JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, Jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan amalan yang menyebabkan hisab ringan.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tiga hal yang menjadikan seseorang akan dihisab oleh Allah SWT dengan mudah dan akan dimasukkan ke dalam surga dengan Rahmat-Nya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (16/5).
Pertama, engkau memberi kepada orang yang enggan memberi kepadamu. Ini hanya bisa dilakukan oleh orang ikhlas.
Orang yang ikhlas selalu menomorsatukan Allah SWT. Dia memberi karena Allah SWT. Karena itu, meski yang diberi enggan memberi, dia tidak masalah.
Kedua, engkau menyambung persaudaraan dengan orang yang memutuskan silaturahmi denganmu.
Nabi bersabda; Yang disebut menyambung itu bukan mendatangi orang yang mau mendatangi kita.
Yang disebut menyambung yakni mendatagi orang yang tidak mau mendatangi kita.
’Nabi juga bersabda; Orang yang memutus silaturahmi tidak akan masuk surga. Bahkan meskipun dia mati di dalam Kakbah sekalipun,’’ tegasnya.
Ketiga, engkau memaafkan orang yang menzalimimu. Ketiganya memang berat.
Namun balasan yang diberikan Allah SWT sangat besar. Yakni ringan hisab dan masuk surga dengan rahmat Allah SWT.
Baca Juga: Binrohtal, Doa Orang Tua Lebih Utama, Dibanding Karomah Seribu Wali
Hanya orang-orang pilihan yang bisa melaksanakannya. Ibrahim bin Adham merupakan seorang ulama yang sangat saleh dan zuhud.
Ibrahim memiliki 72 budak dan seluruhnya dia merdekakan.
Suatu hari, ia bertemu dengan bekas budaknya yang mabuk. Bekas budak itu meminta Ibrahim bin Adham mengantar pulang ke rumahnya.
Namun Ibrahim justru membawanya ke kuburan. Begitu sampai, bekas budak itu pun marah dan memukul Ibrahim.
’’Aku bilang antar aku ke rumahku. Mengapa engkau mengatarku ke kuburan?” Ibrahim menjawab, ’’Wahai orang yang tolol dan bodoh ini rumahmu yang hakiki. Rumah-rumah yang lain hanyalah fatamorgana.’’
Si mantan budak malah memukul Ibrahim lagi.
Bukannya marah, Ibrahim justru berdoa, "Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu.’’ Bekas budak itu kembali memukulnya.
Setiap kali dipukul, Ibrahim mendoakan budak itu. Kejadian itu terus berulang-ulang.
Bekas budak Ibrahim yang lain melihat peristiwa itu, ia pun menghentikan dan berkata; ’’Wahai Fulan, apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu memukul majikan yang telah memerdekakanmu?’’
Bekas budak itu bertanya, ’’Memang siapa orang ini?’’ Bekas budak yang lain menjawab, ’’Dia Ibrahim bin Adham.’’
Setelah tahu yang ia pukuli mantan majikannya, ia langsung turun dari kuda dan meminta maaf. Ibrahim pun memaafkannya.
Bekas budak itu bertanya, ’’Aku telah memukul dan menyakiti Tuan, tapi mengapa Tuan senantiasa mendoakan diriku dengan kebaikan?”
Baca Juga: Binrohtal 2.164, Mukmin v Munafik
Ibrahim menjawab, ’’Bagaimana aku tidak mendoakanmu, sementara engkau telah menyebabkan aku masuk surga lantaran pukulan dan penganiayaanmu padaku.’’
Orang yang baik, akan selalu membalas dengan kebaikan meskipun dizalimi.
Sebaliknya, orang yang buruk, akan selalu membalas dengan buruk meskipun diperlakukan dengan baik. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz