Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Keutamaan Umat Nabi Muhammad SAW

Rojiful Mamduh • Sabtu, 11 Mei 2024 | 15:20 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Zainur Rosyid, Tapen, Kudu, Jombang, Dr H Agus Moh Sholahuddin, menjelaskan keutamaan umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

’’Ada lima keutamaan umat Nabi Muhammad SAW,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (10/5).

Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW terlihat susah dan gelisah.

Malaikat Jibril alaihissalam lalu datang menyapa.

Apa yang membuatmu susah dan gelisah? Nabi mengaku gelisah karena memikirkan umatnya.

Nabi khawatir, setelah beliau wafat, umatnya akan menjadi seperti umat Nabi Musa alaihissalam yang menyembah berhala.

Atau seperti umat Nabi Isa bin Maryam. Setelah Nabi Isa wafat, mereka menganggap Isa sebagai tuhan.

Malaikat Jibril lalu berkata, kamu tidak usah susah dan gelisah, karena Allah SWT memberi umatmu lima keutamaan.

Pertama, semua umat Nabi Muhammad SAW akan masuk surga.

Makanya Nabi bersabda; Semua umatku akan masuk surga, kecuali yang tidak mau.

Baca Juga: Binrohtal, Empat Tanda Utama Orang yang Takwa

Para sahabat lalu bertanya, siapa orang yang tidak mau masuk surga? Nabi menjawab; Orang yang taat padaku akan masuk surga.

Orang yang tidak mau taat padaku berarti enggan masuk surga.

Kedua, Allah SWT berfirman di hadis qudsi; Aku sesuai persangkaan hambaKu.

Sehingga apapun persangkaan umat Nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT, maka itulah yang terjadi.

Ketika umat berprasangka baik, maka Allah SWT akan baik.

Ketiga, orang yang datang membawa dosa sepenuh bumi dan langit, akan diampuni selama mau mengucapkan kalimat tauhid; La ilaha illallah.

’’Bahkan seandainya Fir’aun kala tenggelam mau mengucap la ilaha illallah, pasti akan diampuni,’’ tegasnya.

Tapi Fir’aun tidak mengucapkannya. Saat tenggelam, Fir’aun hanya mengucapkan;

Tolong aku wahai Musa, tolong aku wahai Musa!

’’Hebatnya para ulama terdahulu, mengajak masyarakat membaca tahlil. Didalamnya ada kalimat la ilaha illallah. Setelah salat, juga wiridan membaca la ilaha illallah,’’ urainya.

Sehingga seberapapun besar dosa orang-orang, pasti akan diampuni oleh Allah SWT.

Keempat, Allah SWT tidak akan menutup pintu tobat, selama nafas umat Nabi Muhammad SAW belum sampai di tenggorokan.

Baca Juga: Binrohtal, Orang yang Takwa Bisa Menempuh S3

Allah SWT membuka pintu tobat seluas-luasnya bagi umat Nabi Muhammad SAW. Sehingga kapanpun mereka tobat akan diampuni.

Selama ajal belum datang menjemput.

Kelima, dosa orang mati akan diampuni lantaran doanya orang yang masih hidup.

Makanya orang yang masih hidup harus mau mendoakan orang yang mati. Minimal dengan mengucap salam ketika melewati kuburan.

’’Lagi-lagi, hebatnya para ulama terdahulu yang mengajari kita kirim doa untuk orang-orang yang telah wafat,’’ urainya.

Mulai hari pertama hingga ketujuh. Bahkan hingga 40 harinya, 100 harinya, 1.000 harinya dan setiap haul atau peringatan hari wafatnya.

Sehingga semua dosa orang yang telah wafat diampuni oleh Allah SWT. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#keutamaan #umat #Binrohtal #polres #nabi muhammad #Jombang