Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Perbaikan Masih Buram, Begini Langkah Dinas PUPR Jombang Soal Pintu Dam Karet Jatimlerek yang Rusak

Ainul Hafidz • Jumat, 10 Mei 2024 | 15:35 WIB
RUSAK: Salah satu pintu Dam Karet Jatimlerek di sisi Desa/Kecamatan Megaluh, Jombang rusak membuat pintu tak bisa ditutup.
RUSAK: Salah satu pintu Dam Karet Jatimlerek di sisi Desa/Kecamatan Megaluh, Jombang rusak membuat pintu tak bisa ditutup.

JombangBanget.id - Rusaknya pintu Dam Karet Jatimlerek Jombang mendapat respons Dinas PUPR Jombang.

Saat ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

”Teman-teman UPT sudah koordinasi dengan operator, salah satu pintu bendung rusak,” kata Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni.

Pintu yang rusak itu karena karet bocor sehingga tak bisa berfungsi.

Kerusakan ini menjadikan air Sungai Brantas langsung mengalir ke hilir.

”Harusnya pintu itu ditutup, karena karetnya rusak, sekarang airnya langsung mengalir,” imbuh dia.

Hal ini juga mengakibatkan pasokan air irigasi tersendat. Sehingga tidak bisa menyuplai kebutuhan lahan pertanian.

”Secara otomatis dampaknya ke jaringan irigasi Jatimlerek, areal sawah di sebagian Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso tidak bisa teraliri,” tutur Sultoni.

Di lokasi itu, lanjutnya, terdapat bangunan bagi Sadap Jatimlerek.

Bangunan itu yang membagi air ke Saluran Primer Jatimlerek.

Selama ini pengairan lahan pertanian di dua kecamatan juga mengandalkan air Sungai Brantas.

Baca Juga: DPRD Jombang Pertanyakan Kualitas Bangunan, Soal Proyek BBWS Brantas Saluran Sekunder Gambiran Selesai Dibangun Rontok

”Jadi secara pengelolaan dam ikut BBWS Brantas, sedangkan DI Jatimlerek ikut kewenangan provinsi, karena baku sawah 1.800 hektare,” ujarnya.

Meski demikian, ia tak bisa memastikan sampai kapan suplai pengairan sawah di dua kecamatan tersebut terdamak.

Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak pemilik kewenangan bendung dan daerah irigasi.

”Yang jelas sudah kami sampaikan baik ke balai (BBWS Brantas, Red) maupun ke provinsi, untuk penanganan sekaligus upaya bantuan air irigasi,” tutur dia.

Langkah itu dilakukan lantaran di wilayah sekitar sangat membutuhkan suplai air untuk masuk musim tanam kedua.

”Sedang diupayakan, entah nanti berupa pompa dan sebagainya,” pungkas Sultoni. (fid/bin)

Editor : Ainul Hafidz
#dam karet #Pertanian #dinas pupr #rusak #irigasi #Jatimlerek #BBWS Brantas #Megaluh #pintu #bocor #Jombang #Plandaan