Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pintu Dam Karet Jatimlerek Jombang Rusak, Irigasi Pertanian di Utara Sungai Brantas Terdampak

Achmad RW • Jumat, 10 Mei 2024 | 15:30 WIB
RUSAK: Salah seorang operator Dam Karet Jatimlerek di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang, menunjukkan pintu dam yang rusak.
RUSAK: Salah seorang operator Dam Karet Jatimlerek di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang, menunjukkan pintu dam yang rusak.

JombangBanget.id – Salah satu pintu Dam Karet Jatimlerek, Jombang, rusak sejak beberapa hari terakhir.

Akibatnya, pengairan untuk lahan pertanian di utara Sungai Brantas, yakni Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso turut terdampak.


M Fatkur salah seorang warga Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan mengatakan, keberadaan salah satu pintu Dam Karet Jatimlerek sejak lama tidak berfungsi.

Hal ini diketahui setelah pintu tersebut rusak dan jebol.

Pintu itu berada di ujung atau pintu ke-6 di sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Imbasnya, air dari Sungai Brantas tidak bisa mengalir secara penuh ke bangunan bagi Sadap Jatimlerek.

”Biasanya setelah panen, air dari Dam Karet Jatimlerek melimpah, sekarang berkurang,” imbuhnya.

Hal sama disampaikan Saiful Kartomo operator Bendung Karet Jatimlerek.

Menurutnya, kerusakan pintu dam sudah diketahui dua pekan terakhir di pintu paling besar, yakni pintu 6.

Namun sampai sekarang belum diketahui kapan akan diperbaiki.

Awalnya, saat ada air yang keluar dari mesin pengontrol di ruangan.

Baca Juga: FRMJ Dorong APH Dalami Proyek BBWS Brantas di Jombang, Soal Plengsengan Baru Selesai Dibangun, Sudah Rontok

Mesin pompa yang biasanya dipakai mengisi angin itu tiba-tiba mengeluarkan air.

“Setelah itu tidak bisa lagi dipompa karet, jadi bisa dipastikan ada kebocoran,” lanjutnya.

Pintu paling besar yang bocor itu lebar 6,8 meter, hingga air tidak bisa ditahan lagi.

Padahal, seharusnya di musim kemarau dan debit air brantas sedang kecil, pintu yang akan dibuka hanya pintu 1 dan pintu 2 yang lebarnya masing-masing 6,5 meter.

“Normalnya yang harus dibuka pintu 1 dan 2, tapi karena 6 tidak bisa ditutup karena karetnya tidak menggembung, jadinya pintu 1 sampai 5 sekarang ditutup, agar ada air yang bisa tertahan,” lontarnya.

Air yang tertahan di hulu bendungan itulah yang seharusnya bisa dimasukkan ke intake saluran sekunder di sekitar Sungai Brantas.

Disinggung soal penyebab kerusakan, ia tak bisa memastikan. Hanya disampaikan karet di pintu 6 memang sudah berusia lebih dari 10 tahun.

“Terakhir diganti 2012 lalu, jadi memang sudah lama,” imbuhnya.

Hingga kini, kerusakan belum teridentifikasi karena menunggu dari kantor BBWS Brantas. (riz/bin)

Editor : Ainul Hafidz
#dam karet #pengairan #Pertanian #Terdampak #Utara #rusak #irigasi #Jatimlerek #Megaluh #swah #bocor #sungai brantas #Jombang #Plandaan