JombangBanget.id - Pengasuh PP Safinda, Bandung, Diwek, Jombang, KH Ghozi Rofiudin Alhafiz, menjelaskan tanda orang takwa.
’’Ada empat tanda orang takwa yang paling utama,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (2/5).
Gus Ghozi lalu mengutip QS Ali Imron 133-134.
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.
Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang.
Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Tanda orang takwa yang pertama yakni menafkahkan harta baik di waktu lapang maupun sempit. Nafkah itu ada yang wajib dan ada yang sunah.
Nafkah wajib yakni kepada orang-orang yang dalam tanggungan kita.
Seperti istri, anak dan orang tua. Punya uang banyak harus memberi nafkah banyak.
Punya uang sedikitpun harus tetap memberi nafkah meski sedikit. Jadi memberi nafkah itu sesuai kemampuan.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Amal yang paling dicintai Allah SWT yakni yang istiqamah meskipun sedikit.
Baca Juga: Binrohtal, Orang yang Takwa Bisa Menempuh S3
Nabi juga bersabda; Sedekah sedikit lebih baik dari pada tidak sama sekali. Makanya jangan meremehkan sedekah.
’’Makanya di saat Lebaran ada tradisi sedekah,’’ ucapnya.
Semua orang ramai-ramai menukarkan uang baru. Tidak peduli uang itu didapat dari menjual barang bahkan utang.
Tujuannya, agar saat Lebaran bisa memberi angpao kepada anak-anak kecil. Mulai dari Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu bahkan ada yang Rp 100 ribu.
Saat Lebaran juga ada tradisi memberi parsel. Ini tradisi yang merupakan pengamalan dari syariat. Yakni senang sedekah.
Tanda takwa kedua yakni menahan marah. Agar tidak mudah marah, kita harus selalu ingat Allah SWT.
Saat kita disakiti dan dikecewakan, bisa jadi kita marah.
Namun jika kita ingat semua yang terjadi di dunia ini adalah ujian dari Allah SWT, maka kita akan bisa sabar.
Makanya ketika sedang marah, Nabi menganjurkan agar diam. Karena saat marah kita dikendalikan setan.
Apapun yang dilakukan saat marah, pasti akan disesali. Setelah agak reda marahnya, kita ambil wudu.
Setan dari api, maka harus dipadamkan dengan air wudu. Setelah itu kita salat dua rakaat. Agar makin ingat Allah SWT sehingga emosi reda.
Tanda takwa ketiga yakni memaafkan. Orang yang mau memaafkan, maka kesalahannya akan diampuni dan dimaafkan oleh Allah SWT.
Baca Juga: Binrohtal, Pentingnya Halalbihalal
Sebagaimana disebutkan dalam QS Asy Syura 40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah.
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
Tanda takwa keempat yakni selalu berbuat baik kepada siapapun. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz