Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Orang yang Takwa Bisa Menempuh S3

Rojiful Mamduh • Senin, 29 April 2024 | 15:15 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - KH Khairil Anam Denanyar, Jombang menjelaskan orang yang paling mulia.

’’Orang yang paling mulia adalah yang paling bertakwa,’’ tuturnya mengutip QS Alhujurat 13, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (24/4).

Satu bulan penuh umat Islam digembleng di kawah candradimuka Ramadan.

’’Tentu dibalik penggemblengan itu ada target yang akan dicapai, yang tidak lain adalah menjadi orang yang takwa,’’ terangnya.

Agar menjadi orang yang paling mulia di sisi Allah SWT.

’’Orang yang takwa itu bisa menempuh S3,’’ terangnya.

S pertama, sedekah. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam adalah orang paling mulia dan paling banyak sedekah.

Suatu hari, ada orang memberi Nabi uang satu karung. Nabi langsung mempersilakan orang-orang mengambil sesuai kebutuhannya.

Sampai-sampai ketika putrinya sendiri, Fatimah, datang untuk minta, seluruh uang sudah habis. Sehingga Fatimah tidak kebagian.

Nabi tidak bisa tidur ketika masih punya uang. Sehingga sebelum tidur, pasti mencari orang untuk diberi sedekah.

Para Nabi seluruhnya senang sedekah. Nabi Ibrahim alaihissalam pernah berkurban 1.000 kambing, 300 sapi dan 100 unta.

Baca Juga: Binrohtal, Pentingnya Halalbihalal

Nabi Ibrahim juga tidak pernah makan sendirian. Nabi Ibrahim selalu mencari teman untuk diajak makan bersama.

Bahkan rela berjalan jauh demi mencari teman diajak makan.

S kedua sabar. S ketiga sepuro atau memaafkan. Para Nabi dan siddiqin semuanya sabar dan bisa memaafkan.

Nabi Yusuf alaihissalam yang dimasukkan ke sumur oleh saudara-saudaranya pun rela memaafkan.

Bahkan Nabi Yusuf berbuat baik kepada mereka dengan memintakan ampunan kepada Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam QS Yusuf 92.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam selama dakwah di Makkah juga mendapat perlakuan tidak baik.

Namun giliran Nabi menaklukkan Makkah, Nabi memberikan maaf dan ampunan. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 159.

Para sahabat Nabi juga senang memaafkan. Salah satu contohnya Abu Bakar Assiddiq radiyallahu anhu.

Abu Bakar rutin memberi nafkah bulanan kepada ponakannya bernama Mistah. Tapi ternyata air susu dibalas air tuba.

Mistah ikut menyebarkan berita bohong bahwa Aisyah putri Abu Bakar selingkuh. Abu Bakar marah sehingga bertekad menghentikan nafkah bulanan Mistah.

Allah SWT menegur dengan menurunkan QS Annur 22. Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.

Apakah kamu tidak ingin Allah SWT mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Baca Juga: Binrohtal, Persiapkan Bekal Sebelum Kematian

Mendengar ayat ini, Abu Bakar langsung berkata; Iya ya Allah, saya mau mendapatkan ampunanMu.

Abu Bakar lantas memaafkan dan berbuat baik kepada Mistah dengan menambahi jumlah nafkah bulanan yang diberikan.

Jika kita memaafkan, maka kita akan mendapatkan maaf dan ampunan dari Allah SWT. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#takwa #masjid #denanyar #orang #Binrohtal #polres #Jombang #s3