JombangBanget.id - Pengasuh PP Umar Zahid Semelo, Bandarkedungmulyo, Jombang Gus Asrori Maksum, menjelaskan pentingnya membiasakan siap mati.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Setiap orang akan mati sesuai kebiasaannya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (1/4).
Orang yang sebelum mati mengucapkan Allah atau la ilahala illallah, maka dia akan masuk surga.
Makanya kita harus membiasakan mengucapkan; Allah dan La ilaha illallah.
Imam Ibnu Katsir dalam menafsirkan QS Albaqarah 132 menyatakan; Berbuat baiklah engkau semasa hidup, dan berpegang teguhlah dengan agama ini agar engkau dimudahkan wafat dalam keadaan berpegang teguh dengannya.
Karena sesungguhnya manusia itu biasanya akan menutup umurnya dengan sesuatu yang selalu ia kerjakan semasa hidupnya.
Pengalaman menarik diceritakan oleh Imam Ibn Qayyim Al Jauziyah tentang seseorang yang hanya sibuk berdagang dan lupa kepada Allah SWT.
Begitu menjelang kematiannya, mulutnya sibuk berucap, ’’Barang ini murah, ayo beli. Ini bagus,’’ dan seterusnya.
Padahal, istri dan anaknya mengingatkannya agar berucap Allah. Tetapi, karena tidak familiar di lidahnya, ia tidak bisa mengucapkannya.
Inilah salah satu pengalaman tentang kematian yang pasti dialami setiap manusia.
Baca Juga: Binrohtal, Lailatul Qadar Malam yang Diagungkan
Semua tergantung amalnya. Bila amalnya baik, Allah SWT akan membalas dengan kebaikan.
Sebaliknya, bila amalnya buruk, akan dibalas dengan keburukan. Allah SWT berfirman dalam QS Ali Imron 145.
Setiap yang bernyawa tidak akan mati, melainkan dengan izin Allah SWT sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.
Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu.
Dan, barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan, Kami akan memberi pahala kepada orang-orang yang bersyukur.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam pernah menyampaikan kepada para sahabat.
Suatu ketika, ada sekelompok orang dari Bani Israil yang datang ke sebuah kuburan.
Mereka berkata, ’’Kita salat dan berdoa kepada Allah agar mengeluarkan seorang yang sudah meninggal kepada kita, kemudian kita bertanya kepadanya tentang kematian.’’
Akhirnya, mereka salat dan berdoa. Tiba-tiba ada satu mayat mengeluarkan kepalanya dari dalam kubur. Tampak di antara kedua matanya ada bekas sujud.
Ia lalu berkata, ’’Wahai orang-orang, apa yang kalian inginkan? Aku meninggal seratus tahun yang lalu.
Namun, panasnya kematian belum hilang hingga sekarang. Maka berdoalah kalian agar mengembalikanku kepada keadaanku semula.’’
Hadis ini menunjukkan bahwa sakatarul maut itu sangat sakit. Apalagi siksa kuburnya.
Makanya kita harus menyiapkan bekal dengan salat, sedekah dan banyak baca Quran serta salawat. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz