JombangBanget.id -Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya sabar dan terus berdoa.
’’Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?’’ tuturnya mengutip Lukas 18:7.
Dalam Lukas 18:1-8 Yesus mengajarkan tentang doa dengan perumpamaan seorang janda yang memohon pembelaan dari seorang hakim yang tidak takut akan Tuhan, apalagi dengan manusia.
Tidak ada yang bisa diharapkan, tapi ibu janda miskin ini terus menerus datang memohon pembelaan.
Karena hakim itu merasa disusahkan karena didesak terus, maka akhirnya dia mau menolong.
Tetap sabar dan tidak putus asa adalah hal yang susah dilakukan ketika kita harus menunggu jawaban doa.
Dari perumpamaan ini Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa terus-menerus atau tidak jemu-jemu.
Kita harus berdoa setiap saat, karena jika tidak demikian kita tidak akan menikmati persekutuan yang harmonis dengan Tuhan.
Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, kita sering sekali menjadi kecewa dan berkecil hati, lalu tidak lagi tekun berdoa, kita jadi malas berdoa, sebab kita berpikir doa kita tidak didengarr oleh Bapa di Sorga.
Tetapi yang Tuhan Yesus inginkan bagi kita adalah kita tetap berdoa meskipun belum ada jawaban dari doa yang dipanjatkan.
"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18:7).
Baca Juga: Renungan Minggu: Menjaga Sikap Hati yang Benar
Tuhan tidak pernah menunda-nunda untuk menjawab doa-doa kita karena Dia tahu apa yang terbaik bagi kita.
Kita harus belajar untuk memahami bahwa waktu kita bukanlah waktu Tuhan.
Tapi kita pun harus percaya bahwa "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya," (Pengkotbah 3:11).
Sebenarnya apa yang kita perlukan sudah disediakan, namun akan diberikan sesuai dengan waktu Tuhan.
Ketika benih ditaburkan benih tersebut tidak akan bertumbuh dalam satu malam sebab ia membutuhkan waktu untuk bertumbuh.
Hasil dari benih yang ditanam itu dapat dituai setelah beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian.
Demikian juga dengan doa kita, kadangkala kita harus berdoa dalam waktu yang lama sampai tiba waktunya untuk menerima hasil dari doa tersebut.
Untuk setiap kita yang belum menerima jawaban doa hendaklah kita bersabar dan menunggu waktu Tuhan.
Sangatlah mungkin Tuhan ingin kita membuktikan kepadaNya kesetiaan dan ketahanan kita dalam menghadapi masa-masa sukar; atau mungkin saja Tuhan ingin membangun karakter kita lewat ujian yang sedang kita hadapi yang akan membuat kita memiliki karakter sebagai anak-anak Allah.
’’Sebesar apa pun permasalahan yang kita hadapi, di dalam Tuhan selalu ada jalan keluarnya; maka dari itu jangan jemu-jemu berdoa kepadaNya! Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz