JombangBanget.id – Jelang menghadapi arus mudik Lebaran, Satlantas Polres Jombang sudah melakukan pemetaan titik-titik rawan macet berikut langkah-langkah rekayasa lalu lintas.
Salah satu yang menjadi perhatian petugas, yakni perlintasan kereta api ganda Bandarkedungmulyo, Jombang.
”Pada hari biasa, 54 kali KA melewati perlintasan ini. Artinya, KA melintas setiap 26 menit sekali. Kita tempatkan personel di sana,” kata Kasatlantas Polres Jombang AKP Nur Arifin.
Arifin menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemetaan titik-titik rawan kemacetan.
Di antaranya di jalur arteri Bandarkedungmulyo dan Mojoagung, Jombang.
Untuk jalur Bandarkedungmulyo, beberapa faktor pemicu kemacetan di antaranya adanya pertemuan arus lalu lintas dari Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) melalui Exit Bandarkedungmulyo dengan jalur arteri Surabaya-Madiun.
”Faktor lain adalah penyempitan jalur arteri di Jembatan Kayen,” bebernya.
Faktor selanjutnya, adalah adanya perlintasan kereta api jalur ganda di Bandarkedungmulyo, Jombang.
Pada hari biasa, 54 kali KA melewati perlintasan ini. Artinya, KA melintas setiap 26 menit sekali sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Faktor berikutnya pertemuan arus lalu lintas dari Jombang, Nganjuk, dan Kediri di Simpang Mengkreng, Kediri.
Ekor kemacetan di Simpang Mengkreng kerap kali mencapai jalur arteri Bandarkedungmulyo, Jombang.
”Kami pasang CCTV di sebelah timur dan sebelah barat perlintasan KA Bandarkedungmulyo. Anggota kami juga siaga 24 jam di lokasi itu," jelasnya.
Saat kemacetan terjadi di jalur arteri BandarKedungmulyo, lanjut Nur Arifin, para pemudik diimbau melalui jalur alternatif.
Pemudik dari arah Jombang bisa melalui Jalan Raya Jatipelem, Jalan Raya Tanggungan, Jalan Raya Kesemen, Jalan Raya Kunjang, Jalan Raya Papar, Kediri. Begitu sebaliknya bagi pemudik dari Kediri menuju Jombang.
”Kalau Mengkreng sudah macet ekornya sampai perlintasan KA Bandarkedungmulyo, kami koordinasikan dengan Polres Kediri dan Nganjuk apakah di sana padat atau tidak. Jangan sampai sama-sama mengalihkan arus lalu lintas ke Jatipelem, malah terjadi penumpukan,” ujarnya.
Selain itu, untuk mengatasi macet di jalur arteri Bandakedungmulyo, kata Nur Arifin, tak menutup kemungkinan pihaknya menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow.
Sedangkan saat exit tol Bandarkedungmulyo macet, kendaraan di Tol Jomo dari arah Surabaya menuju Kediri dan sekitarnya, diarahkan keluar di exit tol Tembelang.
Sehingga tak terjadi penumpukan di exit Bandarkedungmulyo.
Dari exit Tembelang, para pemudik bisa melalui Jalan Raya Tambakberas menuju simpang empat Sambong, belok kiri ke Jalan Brigjen Kretarto, belok ke kanan menuju Jalan Gatot Subroto, Jalan KH Hasyim Asy'ari, lampu merah Ceweng ke kanan menuju jalur alternatif Jatipelem-Papar.
”Pemudik dari arah Surabaya yang ingin ke Kediri juga bisa keluar di exit Mojokerto-Barat, kemudian melalui jalur arteri dari Mojokerto ke Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Pare, Kediri," paparnya.
Sementara untuk potensi kemacetan di jalur arteri Mojoagung, Arifin menyebut, ada beberapa faktor yang membuat kemacetan di jalur arteri ini.
Meliputi adanya ruang terbuka hijau (RTH) Mojoagung yang menjadi pusat keramaian, simpang 3 Mojoagung, serta penyempitan jalur di tiga jembatan. Yaitu jembatan Gambiran, Kademangan dan Miagan.
”Kalau terjadi kemacetan di Mojoagung, kendaraan kami alihkan ke ring road (jalan lingkar) Mojoagung,” ungkapnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz