JombangBanget.id – Memasuki awal April, pembelajaran di sekolah Jombang masuk masa efektif fakultatif.
Siswa memperdalam ilmu agama hingga 5 April.
Materi yang diberikan diserahkan pada kebijakan kepala sekolah.
’’Efektif fakultatif mengajak siswa untuk memperdalam ilmu agama,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen.
Dinas P dan K hanya memberikan arahan tentang waktu pembelajaran efektif fakultatif.
Kegiatan maupun bentuk materi yang diberikan diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing.
’’Materinya disesuaikan dengan sekolah masing-masing karena sudah kurikulum merdeka. Semua dipasrahkan ke sekolah, dinas hanya menentukan waktunya saja,’’ jelasnya.
Di SMPN 1 Jogoroto, Jombang pembelajaran efektif fakultatif diisi dengan kegiatan untuk memperdalam ilmu fikih.
Ada materi tentang salat sunah, salat Duha bersama, fikih Ramadan, bersuci atau toharoh dan muamalah Ramadan.
Juga salat wajib, akhlak, amalan di hari raya Idul Fitri, menjemput lailatul qadar, tadarus Alquran, keutamaan zakat fitrah, hingga pembagian zakat fitrah.
’’Materi ini kami sendiri yang menyusunnya, tidak ditentukan oleh dinas,’’ ucap Kepala SMPN 1 Jogoroto, Khoiri.
Baca Juga: Tingkatkan Ibadah Sunah Selama Ramadan
Para siswa tidak belajar dalam kelas. Siswa putra Senin (1/4) dikumpulkan di masjid sekolah.
Sementara siswa putri dikumpulkan di aula. Dari kelas 7 sampai 9 menerima materi yang sama.
’’Materinya sama, hanya dipisah laki-laki dan perempuan saja,’’ jelasnya.
Pembagian zakat juga dilaksanakan sekolah secara mandiri. Siswa dan guru akan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Anak-anak yatim, dan lembaga sosial di sekitar sekolah.
’’Sebagian kami salurkan ke Baznas untuk dikelola, tapi tidak semua. Lebih banyak yang kami bagikan ke masyarakat sekitar sekolah,’’ ungkapnya. (wen/jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz