Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Mencari Ampunan

Rojiful Mamduh • Sabtu, 30 Maret 2024 | 16:10 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - KH Khairil Anam Denanyar, Jombang menjelaskan pentingnya meminta ampun kepada Allah SWT.

’’Allah SWT maha penyayang kepada siapa saja, bahkan kepada hamba yang bergelimang dosa, Allah SWT tetap sayang,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Tarawih di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin(18/3/2024).

Buktinya, Allah SWT tidak menjatuhkan azab bagi para pendosa secara langsung di dunia.

Allah SWT baru akan menjatuhkan azab kelak di akhirat.

’’Hal ini sebenarnya sama halnya memberi kesempatan kepada hambanya untuk bertobat. Jika mau bertobat, Allah SWT akan menghapus dosa-dosanya dan tidak mengazab di akhirat,’’ jelasnya.

Allah SWT sudah tidak lagi mempersoalkan masa lalu seseorang asalkan hari ini mau bertobat.

’’Seburuk dan sekelam apapun masa lalu seseorang, dosa apa saja pernah dilakukan, semua akan dimaafkan Allah SWT asal hari ini mau bertobat dengan sesungguhnya,’’ terangnya.

Allah SWT cinta dengan orang yang mau minta ampun dan tobat. Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 222.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam pernah cerita kepada para sahabat.

Dahulu pada masa sebelum kalian, ada seseorang yang pernah membunuh 99 jiwa. Lalu ia bertanya kepada rahib.

Baca Juga: Binrohtal, Berbuka Puasa dengan Sederhana

’’Jika seseorang telah membunuh 99 jiwa, apakah tobatnya diterima?’’ Rahib pun menjawab, ’’Orang seperti itu tidak diterima tobatnya.’’

Lalu orang tersebut membunuh rahib itu dan genaplah 100 jiwa yang telah ia renggut nyawanya.

Kemudian ia bertanya pada seorang ‘alim. ’’Jika seseorang telah membunuh 100 jiwa, apakah tobatnya masih diterima?’’

Orang alim itu pun menjawab, ’’Ya, masih diterima. Dan siapakah yang akan menghalangi antara dirinya dengan tobat?

Beranjaklah dari tempat ini dan ke tempat yang jauh di sana karena di sana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah Ta’ala.

Maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah kamu kembali ke tempatmu (yang dulu) karena tempat tersebut adalah tempat yang amat jelek.’’

Laki-laki ini pun pergi menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut.

Ketika sampai di tengah perjalanan, maut menjemputnya. Akhirnya, terjadi perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat azab.

Malaikat rahmat berkata, ”Orang ini datang dalam keadaan bertobat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah.’’

Namun malaikat azab berkata, ”Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun.”

Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai pemutus perselisihan mereka.

Malaikat ini berkata, ”Ukurlah jarak kedua tempat tersebut. Jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju.

Baca Juga: Binrohtal 2.134: Mulia karena Takwa

Jika jaraknya dekat, maka ia yang berhak atas orang ini. Lalu mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan mereka dapatkan bahwa orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju.

Akhirnya,ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#mencari #masjid #denanyar #Binrohtal #polres #Jombang #ampunan #dosa