JombangBanget.id - KH Khairil Anam Denanyar, Jombang menjelaskan tingkatan puasa.
’’Imam Ghozali membagi tingkatan puasa menjadi tiga golongan,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Tarawih di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Minggu (17/3/2024).
Pertama, puasa golongan orang awam. Puasanya mencegah perut dan kemaluan dari memenuhi keinginan.
Menahan haus dan lapar, tidak minum dan makan, serta tidak melakukan hubungan suami istri.
Sebatas manahan perut dan kemaluan dari keinginan ini termasuk dalam puasa yang umum dilakukan semua orang Islam.
Kedua, puasa golongan orang khusus. Puasanya juga mencegah pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki dan anggota-anggota tubuh lainnya dari berbuat dosa.
Contoh puasa khusus adalah lidah ikut berpuasa dengan tidak mengucapkan kata-kata yang sia-sia, tidak mengucapkan dusta, tidak menggunjing aib orang, tidak berkata keji, tidak mengumpat dan menyebar fitnah untuk mengadu domba.
Juga tidak sumpah palsu. Contoh puasa khusus lainnya adalah penglihatan atau mata ikut berpuasa dengan tidak melihat sesuatu yang makruh dan diharamkan untuk dilihat.
Ketiga puasa golongan orang yang sangat khusus. Puasanya juga menjaga hati dari segala cita-cita yang hina dan segala pikiran duniawi.
Serta mencegah dari selain Allah SWT secara keseluruhan.
Baca Juga: Binrohtal, Berbuka Puasa dengan Sederhana
Contohnya, hati ikut berpuasa dengan membersihkan hati dari keinginan yang hina, seperti serakah, iri, riya, berniat jahat dalam hati.
Mengosongkan hati dari niat licik, dendam, sombong dan membanggakan diri.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Puasa setengahnya sabar dan sabar setengahnya iman.
Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang yang bersabar mendapat pahala tanpa batas.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Azzumar 10. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah (berhati teguh) yang mendapatkan pahala tanpa batas.
Kala sedang puasa, kita harus bersabar menghadapi segala cobaan. Ketika ada orang memaki, kita tak boleh membalas.
Kita hanya bisa sabar kala ingat Allah SWT. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Annahl 127. Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah SWT.
Orang hanya bisa sabar jika imannya kuat. Sabar itu dalam tiga hal. Sabar melaksanakan ketaatan.
Sabar menjauhi maksiat. Serta sabar menghadapi musibah.
Dengan sabar niscaya puasa kita akan bisa terus meningkat dari puasa orang awam menjadi puasanya golongan khusus.
Serta naik lagi menjadi puasanya golongan sangat khusus. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz