Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kajian Ramadan: Perempuan Mengawali Profesionalisme dalam Kehidupan

Wenny Rosalina • Selasa, 26 Maret 2024 | 16:00 WIB
PROFESIONAL: Hj Uswatun Qoyyimah, wakil rektor bidang keuangan dan umum Unipdu Jombang (kiri) saat mengisi kajian Ramadan PSQ di Islamic Center Unipdu, Senin (25/3/2024).
PROFESIONAL: Hj Uswatun Qoyyimah, wakil rektor bidang keuangan dan umum Unipdu Jombang (kiri) saat mengisi kajian Ramadan PSQ di Islamic Center Unipdu, Senin (25/3/2024).

JombangBanget.id – Profesionalisme perempuan dimulai sejak zaman sejarah.

Begitu kata Hj Uswatun Qoyyimah SS, MEd, PhD, wakil rektor bidang keuangan dan umum Unipdu Jombang dalam kajian Ramadan yang digelar PSQ di Islamic Center Unipdu, Senin (25/3/2024).

”Bahkan yang mengawali profesionalisme dalam kehidupan adalah perempuan, ketika laki-laki berburu, perempuan yang menjaga anak, perempuan yang memberikan makan ternak, itu bentuk profesionalisme,” kata Ning Yiyin, sapaan akrabnya.

Profesional yaitu dapat mengemban tanggung jawab. Tidak hanya dalam lingkup pekerjaan formal, tapi juga nonformal.

Bedanya dengan zaman dulu, saat ini banyak perempuan yang juga meniti karier di berbagai bidang.

Profesionalitasnya sama seperti laki-laki, bahkan di rumah juga harus berperan sebagai ibu dan seorang istri.

”Karena tujuan perempuan bekerja saat ini tidak hanya menghasilkan income untuk keluarga, tapi juga meningkatkan martabat keluarga,” ungkapnya.

Ning Yiyin kembali mengingatkan, jika pekerjaan utamanya yang dilakukan perempuan harus didasari dengan niat ibadah.

Apalagi bekerja saat puasa, ibadah yang dilakukan bisa berlipat ganda.

Di rumah, perempuan juga memiliki tanggung jawab untuk mengurus rumah tangga. Hal itu juga bisa dijadikan ladang ibadah. Caranya dengan berdzikir dan salawat pada setiap kegiatan.

”Agar semua kegiatan yang dilakukan ada unsur ibadahnya, ngaduk makanan berdoa,” jelasnya.

Baca Juga: Kajian Ramadan: Teknologi Ibarat Pisau Bermata Dua

Namun, kehidupan rumah tangga perempuan yang berkarier membutuhkan peran kolaboratif dalam rumah. Saling mendukung, saling membantu antara suami dan istri.

”Sehingga kehidupan akan berjalan seimbang dan dapat dinikmati,” pungkasnya. (wen/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#PP Darul Ulum #unipdu #profesionalisme #perempuan #Kehidupan #Jombang #wanita #ramadan #rejoso #Peterongan #kajian