Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohal, Syafaat Ramadan dan Alquran

Rojiful Mamduh • Sabtu, 23 Maret 2024 | 16:05 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, Jombang KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan pentingnya banyak membaca Alquran selama Ramadan.

’’Kelak di hari kiamat, Ramadan dan Alquran akan memberi syafaat kepada kita,’’ tuturnya saat ngaji, usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (20/3).

Ramadan akan berkata kepada Allah SWT. Ya Allah, orang-orang ini dulu selama di dunia selalu berpuasa Ramadan.

Mereka menahan makan, minum dan hubungan suami istri di bulan Ramadan.

Karena itu sekarang, izinkanlah aku memberi syafaat kepada mereka. Allah SWT pun akhirnya mengizinkan Ramadan memberi syafaat.

Alquran juga berkata kepada Allah SWT. Ya Allah, mereka rela tidak tidur demi membacaku di malam hari.

Maka sekarang, izinkanlah aku memberi syafaat kepada mereka. Allah SWT akhirnya mengizinkan Alquran untuk memberi syafaat.

Dengan syafaat Ramadan dan Alquran, kita akan bisa melewati semua prahara akhirat. Sehingga bisa masuk surga dengan selamat.

’’Orang yang istiqamah ibadah pada malam hari di bulan Ramadan, baik dengan salat maupun baca Alquran, akan mendapatkan lailatul qadar,’’ terangnya.

Orang yang mendapatkan lailatul qadar hatinya akan lembut. Serta diridai oleh Allah SWT.

’’Amal yang paling bagus itu yang spontan,’’ ucapnya.

Baca Juga: Binrohtal, Jasad Utuh Karena Puasa

Mbah Bolong lalu cerita Nyai Salamah. Suatu ketika Nyai Salamah ketemu perempuan yang menangis.

Nyai Salamah bertanya, kenapa dia menangis. Perempuan itu menjelaskan, bagaimana dia tak menangis.

Dia baru saja melahirkan dan tidak punya apa-apa. Dia hanya punya satu jarik. Jika dia memakainya, maka bayinya kedinginan.

Sementara jika dia memberikan jariknya untuk si bayi, maka dia sendiri tidak berpakaian.

Mendengar itu, Nyai Salamah langsung pulang mengambil satu-satunya jarik yang dimiliki. Kemudian memberikannya kepada si wanita.

Karena senang, wanita itu mendoakan; Sebagaimana kamu membahagiakanku, semoga Allah SWT membahagiakanmu dengan anakmu.

’’Doa itu ternyata dikabulkan oleh Allah SWT. Nyai Salamah lalu punya anak pendiri Pesantren Lirboyo yang memiliki puluhan ribu santri,’’ urainya. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #KH Nurhadi #Mbah Bolong #puasa #Syafaat #alquran #membaca #watugaluh #Jombang #ramadan #Diwek