Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Kesehatan Kota Santri Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik & Pemerintahan Politika Wisata

Ibunda Gus Sentot Wafat: Beliau Jimat Saya

Rojiful Mamduh • Jumat, 22 Maret 2024 - 15:55 WIB
KENANGAN: HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot) bersama almarhumah ibunda, Hj Umu Aiman Rifai binti KH Mahrus Ali.
KENANGAN: HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot) bersama almarhumah ibunda, Hj Umu Aiman Rifai binti KH Mahrus Ali.

JombangBanget.id - Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), masih berduka atas wafatnya sang ibunda, Hj Umu Aiman Rifai binti KH Mahrus Ali.

Sang ibu wafat usia 71 tahun pada Sabtu (15/3) dini hari dan dimakamkan di makam keluarga PP Lirboyo, Kediri.

’’Ibu adalah jimat saya. Beliau single parent sejak ayah saya, KH A Rifa’i Romly, wafat 1995,’’ kata pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis dan Bilqis 2 PP Darul Ulum Rejoso ini.

Saat itu, Gus Sentot baru berusia 20 tahun dan kuliah semester satu.

’’Jadi kenangan dengan ibu sangat mendalam. Ibulah yang membimbing dan merestui setiap langkah saya sehingga meraih kesuksesan seperti sekarang,’’ ucap ketua DPC Partai Demokrat Jombang ini.

Ketua PSSI dan Perkemi Jombang ini berharap, anak-anak yang masih punya orang tua bersyukur.

Merawat dengan baik kedua orang tua serta berbakti kepada mereka.

’’Sebab kalau sudah tiada, baru terasa kehilangannya,’’ urai bendahara ikatan sarjana NU (ISNU) Jombang ini.

Yang bisa dia lakukan sekarang hanya mendoakannya.

’’Semua amal sunah yang saya lakukan, mulai salat, zikir, baca Quran, sedekah, silaturahmi, semua saya niatkan di depan, pahalanya saya kirimkan untuk kedua orang tua,’’ ungkap ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang kelahiran 23 Maret 1975 ini.

Gus Sentot menjamak niat di depan agar meskipun lupa niat saat beramal, semua pahala amalnya tetap dikirimkan kepada kedua orang tua.

Baca Juga: Gus Sentot Dukung Pendirian TPQ di Jombang: Cara Efektif untuk Menghidupkan Musala

’’Seperti niat puasanya Imam Malik, cukup niat di hari pertama Ramadan untuk puasa sebulan,’’ terang alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri.

Mengirimkan pahala amal seperti itu tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amal kita. Justru melipatkan gandakan pahala amal kita. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#meninggal #kediri #PP Darul Ulum Rejoso #wafat #DPC Demokrat #ibu #Lirboyo #Jombang #Ketua #rindu #dunia #Peterongan #gus sentot