Bisa jadi ini adalah Ramadan terakhirmu. Banyak orang yang sehat wal afiat tetapi begitu menjelang Ramadan, ajal telah menghampirinya.
Sehingga tidak lagi menghirup udara Ramadan pada tahun ini 1445 H. Semoga kita ditakdirkan masih bisa menemui bulan Ramadan tahun depan.
Dalam Bulan Ramadan terdapat salah satu malam bernilai seribu bulan.
Barangsiapa mendapatinya di malam itu sedang beribadah, beruntunglah ia karena setara dengan berbuat kebaikan selama 83,3 tahun.
Tanpa diselingi kemaksiatan dan kemunkaran sedikitpun. Sungguh mudah menggapai pahala disisi-Nya.
Namun ada juga sederet aktivitas yang menyebabkan pahala seseorang lenyap dalam sekejap bagaikan debu yang menempel diatas batu lalu tersiram air hujan.
Antara lain, berupa menggunjing, membicarakan aib seseorang, iri dengki dan lain-lain.
Tugas insan sebagai makhluk yang beriman, hendaknya berusaha sekuat tenaga untuk menjaga amal kebaikan yang sudah didapat supaya tidak lenyap.
Andaikan ini Ramadan terakhirmu, di malam hari perpanjanglah salat malam. Perbanyaklah sedekah.
Sedekah yang baik tidak diceritakan kepada orang lain. Ibarat tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahui.
Bagi kaum laki-laki sebaiknya beri’tikaf di masjid. Waktu luang perbanyak tilawah Alquran.
Baca Juga: Kajian Ramadan: Nikmat yang Banyak Ketika Sedang Sulit
Kelak bacaanmu akan menemanimu di alam kubur. Setiap tarikan nafas usahakan bernilai ibadah.
Segala amal tergantung akhirnya. Kualitas puasa Ramadan itu ada pada penutup, yaitu 10 hari terakhir.
Para alim memberikan pesan berkenaan dengan sisa-sisa Ramadan.
’’Akhirilah Ramadan dengan amalan terbaik. Ibnul Jauzi pernah berkata tentang perpisahannya dengan bulan Ramadan: ’’Seekor kuda pacu jika mendekati garis finis, ia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan.
Maka jangan sampai kamu kalah dengan kuda. Kerahkanlah seluruh tenagamu untuk meraih kemenangan di bulan Ramadan.
Karena sesungguhnya amalan itu dinilai terakhirnya. Semoga kita bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan.
Oleh: Luluk Habibah Triwijayati (Guru MTsN 9 Jombang)
Editor : Ainul Hafidz