JombangBanget.id - Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Jombang Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan hal yang tersembunyi dalam kehidupan.
’’Sesungguhnya Allah SWT merahasiakan enam perkara di dalam enam perkara lainnya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat tarawih di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Sabtu (16/3).
Pertama, Allah SWT merahasiakan rida-Nya dalam perbuatan taat. Agar manusia bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada Allah SWT.
Walaupun ketaatan itu terlihat sederhana. Sebab, boleh jadi di balik ketaatan seorang hamba yang tampaknya sederhana ternyata disitulah terdapat rida-Nya.
’’Ketika kita membaca riwayat para sahabat, ternyata banyak dari mereka bahkan mewajibkan amalan sunah yang menjadi andalan mereka untuk mendapatkan keistimewaan dan rida Allah SWT,’’ terangnya.
Kedua, Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahasiakan murka-Nya dalam kemaksiatan.
Agar manusia bersungguh-sungguh menjauhi kemaksiatan. Sehingga tidak menyepelekan segala bentuk kemaksiatan, walaupun tampaknya kecil.
Sebab, boleh jadi di balik kemaksiatan yang tampaknya kecil itulah terdapat murka-Nya.
Ketiga, Allah SWT merahasiakan kapan datangnya malam kemuliaan (lailatul qadar) di bulan Ramadan.
Agar manusia bersungguh-sungguh beribadah sepanjang bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Binrohtal, Ramadan Bulan yang Mulia
Seperti yang dijelaskan dalam QS Alqadr 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Keempat, Allah SWT merahasiakan wali-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Agar manusia tidak merendahkan derajatnya.
Juga agar mnausia tidak minta didoakan oleh si wali. Dengan begitu, manusia akan bersungguh-sungguh menghormati setiap hamba dengan tidak meremehkan.
Sebab, boleh jadi orang yang diremehkan itu adalah wali-Nya.
Kelima, Allah SWT merahasiakan datangnya ajal (kematian) di balik umur manusia.
Agar manusia mempersiapkan diri dengan baik sepanjang hayatnya untuk menyambut kedatangan ajal. Kematian itu bisa datang secara tiba-tiba.
Keenam, Allah SWT merahasiakan datangnya waktu salat wusta. Agar manusia bersungguh-sungguh mengikhtiarkannya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 238. Peliharalah segala salat (kalian) dan (peliharalah pula) salat wusta.
Berdirilah untuk Allah (dalam salat kalian) dengan khusyuk.
Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud salat wusta (salat yang di tengah-tengah) adalah salat Asar.
Tetapi, yang tahu persis hanya Allah SWT. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz