Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Berbuka Puasa dengan Sederhana

Rojiful Mamduh • Rabu, 20 Maret 2024 | 15:35 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Jombang Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan pentingnya sederhana dalam berbuka.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam tidak pernah berbuka sampai kenyang,’’ tuturnya saat ngaji, usai salat tarawih di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (15/3).

Kita harus meneladani Nabi dengan berbuka secara sederhana dan seadanya.

Tidak perlu menuruti nafsu dengan mengumpulkan seluruh makanan dan minuman yang diinginkan.

Apalagi seringkali mubazir karena tidak termakan seluruhnya dan banyak yang dibuang percuma.

Orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu seharian untuk berpuasa. Mestinya bisa mengendalikan hawa nafsunya dalam berbuka.

Bahkan Aisyah istri Nabi berkata; Aku selalu menangis jika makan dengan cukup kenyang.

Seorang sahabat bertanya, ’’Mengapa?’’ Dijawabnya, ’’Aku ingat Rasulullah yang selama hidupnya tidak pernah makan dengan puas, baik roti maupun daging berturut-turut selama dua hari.’’

Sepeninggal Rasulullah, para sahabat seringkali menangis kala menghadapi hidangan makanan yang lezat.

Mereka terkenang Rasulullah yang kerap kali menahan lapar, dan makan sekadarnya saja.

Naufal bin Ayas meriwayatkan: Abdurrahman bin Auf merupakan sahabat yang terbaik.

Baca Juga: Binrohtal, Isi Ramadan dengan Ibadah

Satu hari kami menemaninya bersama-sama pulang ke rumahnya.

Ia lalu masuk dan mandi, setelah itu dihidangkan kepada kami satu piring besar roti dan daging. Ketika itu air matanya mulai mengalir.

Kami bertanya mengapa dia menangis. Abdurrahman menjawab, ’’Rasulullah dan keluarganya tidak pernah menikmati roti gandum yang halus seumur hidupnya. Aku tidak merasa apa yang kita nikmati secara melimpah sekarang ini sebagai sesuatu yang menyenangkan.’’

Rasulullah selalu mengenakan pakaian yang sederhana. Tempat tidurnya pun sederhana. Beliau juga tak hanya makan sedikit dan sederhana.

Bahkan, sering harus berpuasa, lantaran di rumah tak ada makanan yang bisa dimakan.

Bila pagi hari bertanya kepada istrinya, Siti Aisyah, adakah sesuatu yang bisa dimakan hari ini, dan dijawab, ’’Tidak ada, ya Rasulullah.’’ Maka Nabi pun segera berkata, ’’Kalau begitu aku berpuasa.’’

Kerendahan hati Rasulullah pun tak tertandingi. Banyak sekali riwayat yang menggambarkan kerendahan hati Rasulullah.

Suatu hari Rasulullah dan rombongan sedang dalam perjalanan jauh.

Ketika mereka berhenti di suatu tempat, seorang sahabat memutuskan untuk memotong seekor domba untuk dimasak.

Lalu mereka pun membagi tugas. Seorang bagian menyembelih, seorang lagi mengulitinya, dan seorang yang lain memasaknya.

Rasulullah bersabda, ’’Aku akan mengumpulkan kayu bakar.’’

Para sahabat berkata, ’’Ya Rasulullah, biarlah kami yang akan melakukan hal itu.’’

Baca Juga: Binrohtal, Tips Mengalahkan Nafsu

Beliau menjawab, ’’Aku tahu kalian dapat melakukannya, tapi aku tak ingin diperlakukan istimewa di antara kalian.’’

Siti Aisyah ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah sehari-hari, dan dijawab.

’’Rasulullah seperti kalian juga, mencuci bajunya sendiri, memerah susu kambing sendiri, dan mengurus diri beliau sendiri.’’ (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #tembelang #sederhana #puasa #sentul #Binrohtal #Jombang #ramadan #berbuka