JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh PP Putri Tebuireng, Jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan manfaat puasa.
Salah satunya membuat badan sehat.
’’Jasad orang yang senang berpuasa bahkan utuh. Terhindar dari kerusakan dunia. Juga terhindar dari siksa akhirat,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (14/3).
Tubuh manusia diciptakan oleh Allah SWT. Otomatis perawatannya juga harus mengikuti ketentuan dari Allah SWT.
Persis seperti ketika kita beli mobil A. Maka perawatan dan pemeliharaannya harus mengikuti petunjuk yang diberikan pabrik mobil A.
Allah SWT memerintahkan kita berpuasa. Berarti itu memang baik bagi kita. Sebagaimana disebutkan dalam QS Albqarah 184.
Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Gus Fahmi lalu cerita sahabat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bernama Abu Thalhah.
Saat ia meninggal, jasadnya tetap utuh meskipun telah tujuh hari lamanya.
Hal ini menjadi keistimewaan yang Allah SWT berikan karena diketahui sosoknya rajin melaksanakan puasa.
Abu Thalhah selalu berpuasa sepeninggal Rasulullah SAW selama 40 tahun.
Abu Thalhah hanya tidak berpuasa pada hari-hari yang diharamkan atau ketika sedang sakit.
Baca Juga: Binrohtal 2.134: Mulia karena Takwa
Selain rajin berpuasa, Abu Thalhah juga tidak pernah ketinggalan dalam beribadah seperti salat malam dan selalu berjihad di jalan Allah SWT.
Faktor usia yang tua tak menghalangi Abu Thalhah untuk tetap berjihad di jalan Allah SWT.
Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, ada seruan jihad dengan mengarungi lautan bersama pasukan muslim.
Anak Abu Thalhah pun telah kerap menasehati sang ayah untuk beristirahat, mengingat Abu Thalhah yang telah berusia lanjut.
Anak dari Abu Thalhah berkata, "Semoga Allah merahmatimu wahai ayah kami. Kau sekarang sudah tua sekali. Kau sudah berjuang bersama Rasulullah, Abu Bakar, Umar, kenapa kau sekarang tidak istirahat saja dan biarkan kami yang berjihad?"
Abu Thalhah menjawab dengan mengutip QS At Taubah 41.
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah.
Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Singkat cerita, Abu Thalhah wafat dalam perjalanan. Pasukan muslim tidak menemukan pulau untuk menguburkannya.
Ajaibnya, selama pencarian itu, jasad Abu Thalhah tidak berubah dan tetap utuh (tidak membusuk).
Bahkan, selama tujuh hari pencarian pulau untuk menguburkan jasad Abu Thalhah, jasadnya masih terlihat utuh dan tetap tidak berubah.
Jasadnya malah terlihat seperti orang yang tertidur. Saat wafat, dia tengah melakukan ibadah puasa. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz