JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Munawir, Pedes, Perak, Jombang KH M Abdul Haris, menjelaskan kemuliaan Ramadan.
’’Ramadan mulia karena bulan turunnya Alquran,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (14/3).
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 185. Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil.
Juga disebutkan dalam QS Alqadr 1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan.
Bulan Ramadan juga menjadi bulan pengangkatan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Dengan turunnya lima ayat pertama QS Al-Alaq.
Mendapat kesempatan hidup di bulan Ramadan merupakan anugerah yang sangat besar.
Karena kita bisa menjadi orang yang cepat masuk surga.
Alkisah, sahabat Thalhah bin Ubaidillah suatu saat ikut perang bersama dua sahabatnya.
Dalam perang tersebut, seorang meninggal syahid. Seorang lainnya pulang membawa kemenangan gemilang.
Setahun kemudian, ia meninggal karena sakit. Suatu malam Thalhah bermimpi tentang keduanya.
Saat itu, Thalhah berada di depan pintu surga bersama kedua sahabat tersebut.
Baca Juga: Binrohtal, Empat Golongan Dirindukan Surga
Tiba-tiba dari dalam surga terdengar suara yang memanggil sahabat yang meninggal karena sakit dan mempersilakan masuk surga.
Setelah itu baru terdengar suara lagi memanggil sahabat yang mati syahid, dan masuklah ia ke dalam surga.
Lalu kembali terdengar suara dan berkata kepada Thalhah, ’’Kembalilah karena belum waktumu masuk surga.’’
Thalhah pun terbangun dari mimpinya. Keesokan harinya, Thalhah menceritakan mimpi tersebut kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Rasullullah membenarkannya dan para sahabat pun heran.
’’Mengapa temannya yang meninggal terakhir masuk surga lebih dahulu daripada temannya yang meninggal karena mati syahid?’’
Rasulullah bertanya balik: ’’Bukankah temannya itu masih hidup setahun setelah kematiannya?’’ Mereka menjawab: ’’Betul.’’
Rasulullah bertanya: Dan bukankah ia masih mendapati Ramadan, lalu ia berpuasa, melakukan salat ini dan itu selama satu tahun itu?
Mereka menjawab: ’’Betul.’’
Kemudian Rasulullah berkata: Maka jarak antara mereka lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi.
Dari kisah tersebut menunjukkan betapa keutamaan bulan Ramadan dan ibadah di dalamnya dapat mengalahkan keutamaan seorang yang mati syahid. (jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz