Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Student Journalism: Guru Agama Bersanad

Ainul Hafidz • Selasa, 12 Maret 2024 | 15:25 WIB
Aghisna Sandya Almirah, kelas 8 SMP Terpadu Al Chodidjah, Tebuireng, Jombang.
Aghisna Sandya Almirah, kelas 8 SMP Terpadu Al Chodidjah, Tebuireng, Jombang.

Jumat (26/1) di asrama PP Al Chodidjah, Tebuireng, Jombang saya membaca buku berjudul Guruku Bukan Syekh Google karya M Saifudin Maskuri.

Bab kedua menjelaskan bahaya belajar ilmu agama tanpa guru.

’’Sekali kita salah memahami maka generasi selanjutnya akan memperagakan yang salah,’’ tulis buku itu.

Bahkan bisa jadi gurunya setan. Seperti nasihat yang sering kita dengar; Man ta’allama bi gairi syaikhin fa syaikhuhu syaitan.

Siapa yang belajar tanpa guru maka gurunya adalah setan.

Hal diatas berlaku bagi seseorang yang belajar ilmu agama. Karena tujuan utama ilmu agama adalah untuk ibadah kepada Allah SWT.

Ibadah membutuhkan kesucian hati sehingga bisa sampai kepada Allah SWT.

Orang yang belajar ilmu agama tanpa bimbingan guru, akan disesatkan oleh setan.

Sehingga dia tidak akan pernah sampai kepada Allah SWT. Makanya dalam belajar ilmu agama kita harus mencari guru yang bersanad.

Sanad adalah mata rantai keilmuan yang terus tersambung hingga Rasulullah Muhammad salllallahu alaihi wa sallam.

Rasulullah dari malaikat Jibril. Malaikat Jibril dari Allah SWT.

Baca Juga: Student Journalism: Menghormati Guru

Sebaliknya, untuk ilmu duniawi kita boleh belajar tanpa sanad.

Bahkan belajar otodidak pun tidak –apa-apa. Rasulullah bersabda; Kalian lebih mengetahui terkait perkara dunia kalian.

Oleh Aghisna Sandya Almirah, kelas 8 SMP Terpadu Al Chodidjah, Tebuireng.

 

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #ponpes #student #sanad #google #Jombang #guru #Diwek #agama