Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sejarah Jalur Kereta Api Pertama di Jombang, Dibangun 1880, Dikelola Empat Operator

Anggi Fridianto • Minggu, 10 Maret 2024 | 15:00 WIB
STASIUN 1991: Foto stasiun KA Jombang diambil dari arah timur.
STASIUN 1991: Foto stasiun KA Jombang diambil dari arah timur.

JombangBanget.id – Tepat pada 27 Februari 1881, jalur rel kereta api pertama di Jombang resmi dibuka.

Sebagai kelanjutan dari pembangunan jalur rel Mojokerto-Sembung (Perak) oleh jawatan kereta api negara.

Perusahaan SS (Staatsspoorwegen) Nederlandsch-Indie, mulai beroperasi pada 1875.

Mereka membangun beberapa jalur rel kereta api yang akhirnya melintasi wilayah Jombang pada 1880-1881.

Setelah jalur relnya sampai di daerah Sembung Perak, dibangun pula beberapa stasiun.

Berawal dengan status halte (pemberhentian) hingga menjadi stasiun.

Menurut Tjahjana Indra Kusuma, pemerhati sejarah dan cagar budaya, dibukanya jalur rel kereta api SS yang melintasi wilayah Jombang ini menjadi pemicu kemajuan ekonomi.

“Dari data yang saya kumpulkan, stasiun Jombang menjadi bagian dari trase atau jalur Mojokerto-Sembung sepanjang 32 km,” katanya.

Pada peta tahun 1884 yang bersumber dari laman ubl.webattach.nl, terlihat tulisan Halte Kaliwoengoe, yang menujukkan stasiun Jombang sebelum menjadi stasiun besar di ibukota kabupaten.

Kebetulan secara geografis, lokasi stasiun Jombang memang masuk dalam wilayah desa Kaliwungu.

Dalam perkembangannya, diikuti pula pendirian beberapa stasiun kecil lainnya seperti Sembung, Sumobito dan Curahmalang.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Detachement Veldpolitie te Djombang Era Kolonial Belanda (2-habis), Ada Lomba Ketangkasan Menembak, Sajiannya Bir Dingin dan Limun

Pada 1899, stasiun Surabaya kota direnovasi, atap bagian peronnya dikirim ke stasiun Tarik Sidoarjo lalu dibawa ke stasiun Jombang.

Sempat hancur akibat aksi bumihangus akhir 1948, kemudian diperbaiki lagi secara total.

Pada 1960-an, atap dari stasiun Tarik itu gantian dipakai di stasiun Jombang. Kolom besi bajanya berasal dari Enthovan tahun 1877.

Kaca-kaca yang dipasang di bagian bawah atap, berasal dari masa berikutnya.

Secara fisik bangunan, konstruksi rangka baja stasiun Jombang cukup kokoh.

Setelah selesai direnovasi, bentuk stasiun Jombang ini mirip dengan stasiun Kertosono dan Sragen.

“Seperti ditunjukkan oleh foto yang dimuat di buku Spoorwegstations op Java terbitan tahun 1993 itu,” kata Moch. Faisol, salah satu penelusur sejarah Jombang.

Terlihat konstruksi baja bagian peron stasiun Jombang menaungi tiga jalur rel.

Masing-masing dua jalur di dalam peron bagian utara secara penuh dan satu jalur di sebelah selatan yang hanya terlindung sedikit oleh ujung atapnya.

Sementara di bagian tengah ada selokan sebagai pembuangan air yang memisahkan beberapa jalur rel paling selatan.

“Dulu di masa kolonial Belanda, jalur rel yang paling selatan itu bukan milik jawatan SS, tapi kepunyaan jawatan lain yaitu KSM (Kediri Stoomtram Maatschappij),” lanjut Faisol.

Jalur yang dilayani dari Pare Kediri sampai Jombang.

Baca Juga: Perjalanan Berdirinya Pendopo Kabupaten Jombang, Dibangun Multiyears, Bupati Pertama Tinggal di Hotel

KSM mulai beroperasi tahun 1895 dengan beberapa halte diantaranya di Ceweng, Cukir, Blimbing dan Jombok.

Selain itu ada juga operator lain yang menjalankan bisnis kereta api di wilayah Jombang.

Misalnya Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJSM) yang menempuh rute Ngoro – Mojowarno – Mojoagung hingga ke Mojokerto sampai Krian.

OJSM beroperasi sejak tahun 1886 dengan halte di Ngoro – Kertorejo – Guwo – Pasar Mojowarno – Mojowangi – Mojojejer – Selorejo – Pasar Catakgayam – Dukusari – Rosobo – Mojoagung.

Sedangkan di jalur utara ada Babat–Djombang Stoomtram Maatschappij (BDSM) yang beroperasi sejak tahun 1896.

Berbeda dengan operator KSM yang memakai stasiun Jombang SS sebagai rute terakhirnya, BDSM memakai stasiun Jombang Kota (belakang Pasar Legi) sebagai pangkalannya.

Bahkan stasiun Jombang Kota dilengkapi dengan meja putar dan bengkel perbaikan.

Punya beberapa halte di antaranya di Tambakberas – Santren – Dolok – Ploso – Bawangan – Jatisari – Kabuh – Pengampon. (ang/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#SS #pt kai #bdsm #Daop 7 Madiun #stasiun #Pertama #rel #Jombang #KA #Jalur #KSM #kereta api