JombangBanget.id - Berdasar data BPBD Jombang luapan sungai Catak Banteng dan Kali Gunting berdampak pada 9 desa di 3 kecamatan berbeda.
Di Desa Kademangan misalnya, banjir setinggi 50-100 Cm dengan tren berangsur surut.
Desa Janti setinggi 10-20 cm juga berangsur surut. Desa Betek setinggi 10-20 Cm berangsur surut.
Sedangkan banjir di Desa Mancilan dan Desa Tanggalrejo sudah surut.
Di Kecamatan Sumobito, Jombang banjir terjadi di Desa Madyopuro setinggi 10-30 Cm dan Desa Talunkidul setinggi 30-50 Cm.
Dua lokasi banjir ini berangsur surut. Sedangkan di Kecamatan Jombang, banjir melanda Desa Pulo Lor setinggi 20-40 Cm dan Desa Sambongdukuh setinggi 20-40 Cm.
"Banjir saat ini sudah berangsur surut, bahkan ada yang sudah surut total," terang Supervisor Pusdalops BPBD Jombang Stevie Maria kepada wartawan, Rabu (6/3).
Menurutnya, banjir di Kecamatan Mojoagung, Jombang terjadi karena sejumlah faktor.
Mulai dari topografi Mojoagung yang rendah, diapit Sungai Catak Banteng, Kali Gunting dan Kali Pancir, serta curah hujan tinggi di wilayah hulu.
"Hulunya di Wonosalam, Kediri dan Malang," jelasnya.
Lain halnya dengan Kecamatan Sumobito menurut Stevie, banjir dipengaruhi Sungai Ngotok Ring Kanal yang meluber.
Termasuk debit Sungai Gude Ploso yang hulunya di Kediri.
"Kenapa banjir? Karena curah hujan tinggi di hulu, sehingga muka air sungai naik dan meluber. Sama juga dengan penyebab banjir di Kecamatan Jombang," tandasnya. (riz/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz