Sabtu (25/11) para siswa MA Al Chodidjah Tebuireng, mengikuti apel memperingati Hari Guru Nasional.
Ketua Yayasan PP Al Chodidjah, Gus Varis Muhammad Mirza, menyampaikan pentingnya menghormati guru.
’’Menghormati guru akan membuat ilmu kita manfaat dan berkah,’’ tuturnya.
Gus Mirza lalu cerita KH Hasyim Asy’ari. Suatu ketika, Kiai Hasyim Asy’ari sedang membacakan kitab untuk para santri.
Saat itu, Kiai Hasyim sudah terkenal alim sehingga para ulama pun banyak yang berguru kepadanya.
Tiba-tiba ada penjual sayur melintas. Kiai Hasyim langsung bergegas meninggalkan majelis dan membantu penjual sayur tersebut.
Orang-orang bertanya, siapa penjual sayur itu, kok sampai Kiai Hasyim rela meninggalkan majelis demi membantunya.
Tak lama kemudian, Kiai Hasyim kembali ke majelis. Kiai Hasyim menjelaskan, penjual sayur itu gurunya yang mengajari baca alif, ba, ta.
Kiai Hasyim sangat menghormati gurunya. Makanya ilmunya manfaat dan barokah.
Beliau sukses mendirikan NU dan Pesantren Tebuireng. Hafal ribuan hadis dan santrinya banyak yang menjadi kiai.
Gus Mirza mengajak untuk meneladani dengan selalu menaati, memuliakan dan menghormati guru. Serta selalu mendoakan guru tiap usai salat.
Oleh Luthfia Ayu Kalimasada, kelas 11 MIPA MA Al Chodidjah, Tebuireng
Editor : Ainul Hafidz