JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya setia kepada Tuhan.
’’Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku,’’ tuturnya mengutip Mazmur 13:6.
Sudah menjadi kebiasaan saya setiap malam kalau tidur lampu harus dimatikan.
Bila lampu tetap menyala atau bila masih ada sinar sedikitpun, maka yang terjadi saya akan kesulitan untuk tidur.
Jadi dalam keadaan yang gelap itu membuat tidur menjadi lelap dan nyaman.
Namun meski mata saya hampir tidak bisa melihat apa-apa saat itu, jarang sekali saya tersandung sesuatu saat terbangun dan berjalan dalam kamar.
Sebab saya sudah sangat hafal seluk-beluk kamar saya. Memori inilah yang menjadi penerang bagi saya dalam kegelapan kamar tersebut.
Demikianlah dalam kehidupan manusia. Adakalanya juga menghadapi keadaan yang terasa gelap gulita, seperti yang dialami oleh Daud dalam perikop bacaan ayat kita hari ini.
Daud diperhadapkan pada situasi jiwanya sedang terancam (Mazmur 13:5).
Hari-harinya dilalui dengan berat dan penuh kekhawatiran. Ia berdoa tetapi seakan Tuhan diam dan menyembunyikan wajah-Nya.
Baca Juga: Renungan Minggu: Memandang Kearah yang Benar
Namun Puji Tuhan, dalam situasi yang demikian, Daud mengingat kasih setia Tuhan.
Berdasarkan pengenalan dan pengalamannya dengan Tuhan, membuat Daud yakin bahwa Tuhan tetap setia, bahkan ketika Dia tampak diam atau seakan lupa.
Keyakinan inilah yang memampukannya untuk terus melangkah dalam kegelapan hidupnya.
Terang itu datang bukan dari luar, tetapi dari dalam.
Kita petik pelajaran dari apa yang dialami Daud, hidup kita terkadang juga terasa begitu berat, bahkan gelap.
Berbagai masalah dan kesedihan menekan hidup kita. Sementara Tuhan, seakan-akan diam saja.
Dalam situasi yang demikian, sama seperti Daud, yang bisa kita lakukan adalah meyakini saja kasih setia Tuhan.
Ingatlah hal-hal di masa lalu ketika kita mampu melihat kasih setia Tuhan secara nyata.
Berdasarkan memori tersebut, yakinkan diri kita bahwa sama seperti waktu itu, saat ini pun Tuhan tetap setia.
Kesetiaan-Nya ini cukup untuk menjadi terang yang memampukan kita melewati masa-masa gelap dalam hidup kita.
’’Mungkin kita tidak dapat meraba tangan-Nya, tapi percayalah hati-Nya. Tuhan Yesus tidak akan pernah tinggalkan kita, sebab Dia pribadi yang setia bagi umat-Nya yang percaya. Ingatlah selalu akan kasih-Nya dan kebaikan-Nya. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz