Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Keutamaan Hari Jumat

Rojiful Mamduh • Sabtu, 2 Maret 2024 | 15:40 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (27/2) KH Fathul Bari, menjelaskan keutamaan hari Jumat.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya. Malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syakban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha,’’ tuturnya.

Nabi juga bersabda; Sesungguhnya Allah SWT menjadikan hari Jumat sebagai hari raya bagi kaum muslimin.

Maka barangsiapa yang menghadiri salat Jumat hendaknya mandi.

Jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah.

’’Rasulullah juga bersabda; Tiada seorang muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur,’’ terangnya.

Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah memberinya sinar cahaya di antara dua Jumat.

Nabi juga bersabda; Pada hari Jumat terdapat waktu yang seorang hamba muslim berdoa, niscaya Allah SWT mengabulkan permintaannya.

Maka carilah waktu tersebut di akhir waktu setelah Asar.

Kiai Fathul Bari lalu cerita, dulu ada orang baru masuk Islam. Karena mualaf, dia diusir oleh keluarga besarnya.

Dia lantas pergi bersama istri dan anaknya hanya membawa pakaian yang melekat dalam tubuh. Mereka lantas menempati rumah kosong.

Baca Juga: Binrohtal, Pentingnya Ihsan dan Integritas

Pada hari Rabu pagi, si suami pergi ke pasar mencari pekerjaan. Namun tak ada satupun yang menerimanya.

Usai salat Duhur dia terus salat dan zikir hingga Asar. Sore hari dia lantas pulang.

Istrinya menanyakan hasil kerjanya. Si suami menjawab, dia sudah bekerja, namun belum digaji.

Hari itu pun mereka tidak makan. Pada hari Kamis pagi, si suami kembali ke pasar mencari pekerjaan.

Namun tetap tidak ada yang menerima. Usia salat Duhur, dia pun menghabiskan waktu untuk ibadah dan baru pulang sore.

Si istri lagi-lagi menanyakan upah kerjanya, namun si suami menjawab belum dibayar. Hari itu mereka kembali tidak makan.

Si istri lalu bilang; Mereka mungkin kuat tidak makan, namun dia khawatir anaknya akan lemah imannya jika sampai tiga hari tidak makan.

Pada hari Jumat pagi, si suami kembali mencari pekerjaan di pasar.

Namun lagi-lagi tidak ada yang menerima. Usai salat Jumat, dia lantas menghabiskan waktu ibadah hingga Asar.

Bakda Asar dia berdoa; Ya Allah, demi kemuliaan hari Jumat ini, berilah aku rezeki.

Sore hari, dia baru pulang ke rumah. Agar kelihatan membawa hasil, dia lantas membawa karung yang diisi pasir.

Sementara di rumah, istrinya didatangi tamu yang mengantarkan uang seribu dinar.

Baca Juga: Binrohtal, Enam Hal Perusak Hati

Seraya berkata; Juragan puas dengan kerja suamimu, suruh dia menambahi pekerjaannya.

Si istri pun menggunakan uang itu untuk belanja dan memasak.
Ketika suaminya datang, si istri bertanya, karung apa yang dia bawa? Si suami menjawab, isinya tepung.

Ketika dibuka, ternyata betul isinya tepung. Si suami kemudian menanyakan dari mana uang yang digunakan si istri untuk belanja dan masak.

Si istri lalu menceritakan kedatangan tamu yang mengantar bayaran tadi. Si suami pun langsung sujud syukur. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #keutamaan #masjid agung #Jumat #Binrohtal #Jombang