JombangBanget.id - KH Khairil Anam Denanyar, Jombang menjelaskan tentang alam kubur.
’’Di dalam kubur, ada orang yang mendapat nikmat, juga ada orang yang mendapat siksa,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (28/2).
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Alam kubur adalah awal perjalanan akhirat.
Barangsiapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah.
Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat.
Allah SWT berfirman dalam QS Al Mukmin 46. Kepada penghuni kubur yang kafir ditampakkan neraka pada pagi dan petang.
Gus Anam lalu cerita Syekh Abdurrahman Al Haffar, penggali kubur di Syria.
Suatu ketika ia memasukkan jenazah di liang kubur. Ia melihat hamparan yang indah, mewah, sejuk, asri dan menyenangkan.
Selang dua jam kemudian, ia memasukkan jenazah lagi di liang kubur yang berbeda.
Kali ini melihat pemandangan indah yang sama.
Kemudian ia mencari keluarga jenazah itu, ternyata jenazah itu kakak adik.
Baca Juga: Binrohtal, Tiga Berkah Berurutan
Ia bertanya, apa amalan mereka berdua kok alam kuburnya menjadi taman yang indah dan mewah.
Si adik yang meninggal duluan itu meninggal ketika sedang mencari ilmu.
Sedang yang meninggal berikutnya adalah sang kakak. Dia meninggal ketika bekerja untuk membiayai adiknya.
’’Dari kisah itu, alam kubur bukanlah alam yang serem dan menakutkan, justru indah dan mewah. Tentu ini bagi orang orang yang selama hidup di dunia hidupnya untuk ibadah,’’ terangnya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, mereka itu mati.
Sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
’’Kesempatan hidup di dunia jangan hanya digunakan untuk kepentingan dunia. Tapi gunakan juga untuk mempersiapkan kehidupan selanjutnya di akhirat yang selama-lamanya,’’ sarannya.
Orang yang bijak, sebelum melangkah akan selalu berpikir; Apakah ucapan dan perbuatan yang akan dilakukan berdampak baik atau buruk untuk akhiratnya.
Sebab dunia adalah ladang menanam amal. Sedangkan kubur dan akhirat adalah masa panen.
Suatu hari, Nabi Muhammad sallallaahu ‘alaihi wa sallam melewati kuburan.
Nabi mendengar suara dua orang yang sedang diazab di kuburnya.
Nabi bersabda; Keduanya sedang diazab. Tidaklah keduanya diazab karena dosa besar menurut mereka bedua.
Baca Juga: Binrohtal, Bersiap Menuju Masa Depan Hakiki
Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diazab karena tidak membersihkankan bekas kencingnya.
Dan yang lain karena selalu menyebarkan fitnah untuk mengadu manusia sehingga bermusuhan. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz