Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Kiat Agar Dicintai Allah dan Manusia

Rojiful Mamduh • Rabu, 28 Februari 2024 | 15:00 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan kiat dicintai Allah SWT dan manusia.

’’Seseorang datang kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam lalu berkata: Tunjukkanlah kepadaku amalan, jika aku mengamalkannya, aku akan dicintai Allah dan manusia. Rasulullah menjawab: Zuhudlah di dunia niscaya engkau dicintai Allah, dan zuhudlah pada apa yang dimiliki manusia, niscaya akan dicintai manusia,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (26/2).

Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat.

Zuhud termasuk sifat yang dicintai Allah SWT. Zuhud terhadap dunia, berarti kita hanya mengisi hati dengan kecintaan kepada Allah SWT.

Orang yang mencintai dunia, hatinya terisi dengan kecintaan terhadap dunia, sehingga tidak mungkin hatinya menyatu dengan kecintaan Allah SWT.

Secara bahasa, zuhud berarti tidak berambisi terhadap dunia. Namun bukan berati kita hidup dalam keadaan melarat.

Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata; Zuhud adalah pendek angan-angan, tapi bukan memakan makanan yang tidak enak dan mengenakan pakaian yang jelek.

Maksudnya, merasa cukup dengan harta dunia yang dimiliki, berapapun itu.

Sehingga waktunya tidak habis untuk mengejar dunia. Tapi habis untuk ibadah.

Tidak mati-matian mengejar dunia. Tidak mengumpulkan dunia sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: Binrohtal, Keutamaan Nifsu Syakban

Mengumpulkan harta sekedar cukup untuk menyambung hidup dan beribadah.

Zuhud bukan berarti kita meninggalkan dunia sama sekali, tetapi kita menjadikan dunia sebagai wasilah untuk mencapai kehidupan bahagia di akhirat nanti.

Sama dengan kita akan bepergian ke suatu tempat. Tentu kita membawa perbekalan yang hanya dibutuhkan selama perjalanan saja guna mencapai tujuan tersebut.

Ketika kita membawa bekal yang tidak dibutuhkan, hanya akan merepotkan dalam perjalanan.

Begitupun dengan dunia dan akhirat. Kita mencari dunia sebatas untuk menyampaikan kita ke kehidupan yang bahagia di akhirat.

Tidak untuk pamer, bangga-banggaan dan menyombongkan diri.

Rasulullah bersabda; Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang numpang lewat. Nabi juga bersabda: Cinta dunia adalah pokok semua kesalahan.

Orang yang zuhud di dunia hatinya akan tenang. Orang yang mengharapkan dunia akan susah di dunia dan di akhirat.

Rasulullah bersabda; Barangsiapa yang akhirat sebagai tujuannya, maka Allah SWT akan mengumpulkan seluruh isi dunia baginya.

Menjadikan dirinya merasa cukup. Dunia datang kepadanya padahal dia benci.

Dan barangsiapa dunia sebagai tujuannya, Allah SWT akan mencerai beraikan seluruh isi dunia darinya.

Dan menjadikan kafaqiran dihadapan matanya. Tidak datang dunia kepadanya kecuali yang ditakdirkan oleh Allah SWT.

Baca Juga: Binrohtal, Bersiap Menuju Masa Depan Hakiki

Orang cerdas tentu lebih memilih akhirat yang kekal dan terus menerus menikmatinya daripada memilih bencana dunia yang tidak akan berhenti azabnya.

Nabi juga membimbing manusia untuk zuhud dalam perkara yang dimiliki manusia bila menginginkan kecintaan manusia.

Ini mengajarkan kita agar tidak rakus. Sebab sifat rakus manusia telah menjadi penyebab perang dan kehancuran manusia. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #ponpes #kiat #manusia #allah #Tugu #Dicintai #Binrohtal #muhsinin #Jombang #kepatihan #zuhud