JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Amanah Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang KH Abdul Kholiq Hasan, menjelaskan kunci meraih keberkahan.
’’Orang yang salat lima waktu, banyak membaca salawat dan banyak membaca Alquran, pasti hidupnya berkah,’’ tuturnya saat ngaji bakda salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (22/2).
Pada bulan Rajab dan Syakban, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam memperbanyak doa; Allahumma bariklana fi Rajaba wa Syakbana wa balligna Ramadan.
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab, berkahilah kami di bulan Syakban dan sampaikanlah kami di bulan Ramadan.
Rajab adalah bulan turunnya perintah salat melalui Isra Mikraj Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Syakban bulan turunnya perintah membaca salawat dengan turunnya QS Al Ahzab 56.
Sehingga kita harus banyak baca salawat di bulan Syakban.
Sedangkan Ramadan adalah bulan turunnya Alquran. Sehingga kita dianjurkan banyak membaca Alquran di bulan Ramadan.
Sampai-sampai Nabi pun tadarus Alquran dengan malaikat Jibril di bulan Ramadan.
Tiga bulan ini berurutan dan semuanya memiliki momentum yang penuh berkah. Ini menunjukkan, ketiganya tak bisa dipisahkan.
’’Agar selamat di dunia hingga akhirat, kita harus salat lima waktu, banyak bersalawat dan banyak baca Alquran,’’ tegasnya.
Baca Juga: Binrohtal, Selektif Memilih Teman Berkumpul
Gus Kholiq mengingatkan, Sabtu (24/2) malam adalam malam nisfu Syakban atau pertengahan Syakban.
Suatu ketika Nabi Isa alaihissalam melihat gunung yang mengeluarkan cahaya.
Karena takjub, Nabi Isa lantas mendatangi gunung tersebut.
Tiba-tiba gunung itu terbuka. Lalu muncul sebuah batu. Batu itu kemudian terbuka.
Di dalamnya terlihat orang yang memakai serban hijau dan jubah hijau.
Orang itu sudah 400 tahun beribadah di dalam batu tersebut.
Setiap waktunya makan dan minum, keluar makanan dan minuman dengan sendirinya.
Nabi Isa takjub karena ada orang yang selama 400 tahun hanya beribadah kepada Allah SWT seperti itu.
Nabi Isa lalu bertanya kepada Allah SWT; Adakah orang yang lebih mulia dari padanya?
Allah SWT menjawab; Ada. Yang lebih mulia darinya yakni umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang beribadah di malam nisfu Syakban.
Pada malam nisfu Syakban, catatan amal kita selama setahun dilaporkan oleh malaikat kepada Allah SWT.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam senang amalnya dilaporkan dalam kondisi puasa.
Baca Juga: Binrohtal, Dua Fungsi Salat
Makanya selalu puasa pada nisfu Syakban.
Pada malam nisfu Syakban, Allah SWT memberikan catatan takdir manusia selama setahun ke depan kepada malaikat.
Makanya kita dianjurkan berdoa, agar takdir kita setahun ke depan penuh kebaikan.
Di antaranya dengan salat hajat. Kemudian membaca QS Yasin tiga kali.
Setelah Yasin pertama berdoa agar panjang umur. Setelah Yasin kedua berdoa agar diberi rezeki yang luas serta dijauhkan dari musibah.
Setelah Yasin ketiga berdoa agar diberi tetap iman dan Islam.
Zikir yang paling dianjurkan pada malam nisfu Syakban yakni membaca la ilaha illallah Muhammad Rasulullah. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz