JombangBanget.id - Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, Jombang KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan keutamaan nisfu Syakban alias pertengahan bulan Syakban.
’’Nisfu Syakban adalah malam Allah SWT mengampuni semua dosa. Kecuali dosanya orang yang syirik, dendam, zina dan durhaka kepada orang tua’’ tuturnya saat ngaji di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (21/2).
Nisfu Syakban akan jatuh Sabtu (24/2) malam.
Mbah Bolong cerita, suatu ketika Nabi Isa alaihissalam melihat gunung yang mengeluarkan cahaya.
Karena takjub, Nabi Isa lantas mendatangi gunung tersebut.
Tiba-tiba gunung itu terbuka. Lalu muncul sebuah batu.
Batu itu kemudian terbuka. Di dalamnya terlihat orang yang memakai serban hijau dan jubah hijau.
Orang itu sudah 400 tahun beribadah di dalam batu tersebut.
Setiap waktunya makan dan minum, keluar makanan dan minuman dengan sendirinya.
Nabi Isa takjub karena ada orang yang selama 400 tahun hanya beribadah kepada Allah SWT seperti itu.
Nabi Isa lalu bertanya kepada Allah SWT; Adakah orang yang lebih mulia dari padanya?
Baca Juga: Binrohtal, Bersiap Menuju Masa Depan Hakiki
Allah SWT menjawab; Ada. Yang lebih mulia darinya yakni umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang beribadah di malam nisfu Syakban.
Pada malam nisfu Syakban, catatan amal kita selama setahun dilaporkan oleh malaikat kepada Allah SWT.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam senang amalnya dilaporkan dalam kondisi puasa.
Makanya selalu puasa pada nisfu Syakban.
’’Puasanya bisa Jumat, Sabtu dan Minggu. Tanggal 13, 14 dan 15 Syakban. Itu pahalanya sama dengan puasa sebulan,’’ bebernya.
Pada malam nisfu Syakban, Allah SWT memberikan catatan takdir manusia selama setahun ke depan kepada malaikat.
Makanya kita dianjurkan berdoa, agar takdir kita setahun ke depan penuh kebaikan.
Di antaranya dengan salat hajat. Kemudian membaca QS Yasin tiga kali.
’’Setelah Yasin pertama berdoa agar panjang umur,’’ jelasnya.
Setelah Yasin kedua berdoa agar diberi rezeki yang luas. Setelah Yasin ketiga berdoa agar diberi tetap iman dan Islam.
’’Zikir yang paling dianjurkan pada malam nisfu Syakban yakni membaca la ilaha illallah Muhammad Rasulullah,’’ ucap Mbah Bolong.
’’KH Sholeh Darat bahkan menyatakan, nisfu Syakban adalah hari rayanya para malaikat,’’ tambahnya.
Baca Juga: Binrohtal, Golongan yang Dibenci Allah SWT
Kiai Sholeh Darat juga memberi kiat agar kita beserta seluruh keturunan tidak kekurangan rezeki.
’’Agar tidak kekurangan rezeki, Kiai Soleh Darat memberi resep agar saat makan semua nasi dihabiskan. Bahkan jika ada nasi yang jatuh, diambil dimakan,’’ urainya. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz