Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Bersiap Menuju Masa Depan Hakiki

Rojiful Mamduh • Kamis, 15 Februari 2024 | 15:51 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (13/2), Ustad Agung Bahroni, menjelaskan pentingnya persiapan menghadapi masa depan yang hakiki.

’’Masa depan yang hakiki adalah kematian. Rumah masa depan kita yang pasti adalah kuburan,’’ tuturnya.

Suatu hari, ketika berjalan di padang sahara, Ibrahim bin Adham bertemu dengan seorang tentara.

’’Apakah engkau hamba sahaya?’’ tanya tentara itu. ’’Benar,’’ jawab Ibrahim. ’’Manakah perkampungan terdekat dari sini?’’ tanya si tentara.

’’Itu, di sana,’’ ujar Ibrahim sambil menunjuk ke arah pemakaman. ’’Yang kucari bukan kuburan, tetapi perkampungan,’’ ujarnya.

Karena merasa dipermainkan, tentara itu memukul kepala Ibrahim bin Adham dengan cemeti hingga berdarah.

Ia kemudian menyeret Ibrahim dan membawanya ke kota. Sampai di sana, tentara itu bertemu dengan teman-temannya.

’’Apa yang terjadi?’’ tanya mereka. Ia ceritakan yang barusan dialami. ’’Lelaki ini Ibrahim bin Adham,’’ kata teman-temannya.

Dengan rasa takut, tentara itu turun dari kudanya, kemudian mencium kedua tangan dan kaki Ibrahim bin Adham serta meminta maaf.

’’Mengapa engkau mengaku sebagai hamba sahaya?’’ tanya teman-temannya.

’’Dia tidak menanyakan siapa majikanku, tetapi menanyakan apakah aku budak (hamba sahaya), maka kujawab benar.

Sebab, aku adalah hambanya (budaknya) Allah SWT,’’ jawab Ibrahim. ’’Ketika dia memukul kepalaku hingga berdarah, kudoakan dia agar kelak masuk surga,’’ lanjut Ibrahim.

’’Bagaimana bisa, bukankah dia telah menyakitimu?’’ tanya mereka.

’’Aku tahu bahwa Allah SWT akan memberiku pahala karena pukulannya. Aku tidak ingin dia mendapatkan keburukan karenaku, sedangkan aku mendapatkan kebaikan karenanya,’’ jawab Ibrahim.

Kisah ini mengingatkan, kehidupan yang sedang kita jalani hanyalah sementara.

Sebelum menuju ke kehidupan akhirat yang selama-lamanya. Kuburan adalah rumah masa depan kita.

Namun banyak dari kita yang melupakannya. Kita sering silau dengan gemerlap kehidupan dunia hingga lalai bahwa pada satu momentum, tubuh kita akan dimasukkan ke liang lahad, seorang diri.

Tiada teman yang menemani. Tiada penghibur yang menghibur kita di tengah kesunyian dan kegelapan alam kubur.

Sebagaimana disebutkan dalam QS al-Hajj 07. Dan sungguh, hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah SWT akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur

Muhammad bin Anan selalu berziarah ke kuburan kaum muslimin di Mesir setiap Jumat. Ziarah ke makam orang yang dia ketahui atau yang tidak dia ketahui.

Setiap kali melihat kuburan, beliau menangis seraya berkata:

’Tidaklah seorang pun dari mereka yang meninggal dan dikuburkan dalam kuburan tersebut.

Kecuali mereka semua sangat menginginkan untuk bisa melaksanakan salat lagi meski hanya dua rakaat dan untuk dapat mengucapkan lagi kalimat tahlil (la ilaha illallaah) walau hanya satu kali.

Maka hendaknya bagi kita yang masih hidup untuk benar-benar menggunakan kesempatan hidup kita.

Baca Juga: Binrohtal, Nikmat Paling Mahal Adalah Iman

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya kuburan adalah tempat singgah pertama akhirat.

Jika selamat darinya, maka setelahnya pun ia akan lebih mudah urusannya. Namun jika ia tidak selamat darinya, maka sesudahnya pun ia akan lebih sulit lagi. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#hakiki #Binrohtal #masa depan