Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Keistimewaan Bulan Syakban

Rojiful Mamduh • Rabu, 14 Februari 2024 | 15:30 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto, Jombang H Sholahudin MPdI, menjelaskan keutamaan bulan Syakban.

’’Bulan Rajab saat menanam kebaikan dan amal saleh, bulan Syakban waktunya menyirami, sedangkan Ramadan waktunya memanen,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (12/2).

Ibarat motor, Rajab persneling satu. Syakban persneling dua dan Ramadan persneling tiga.

’’Orang yang meningkatkan amal pada bulan Rajab, dan ditingkatkan lagi pada Syakban, nanti Ramadan akan sukses,’’ tegasnya.

Aisyah radiyallahu anha bercerita, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sunah lebih banyak daripada di bulan Syakban.

Rasulullah juga banyak sedekah di bulan Syakban. Nabi juga memperbanyak baca Alquran di bulan Syakban.

Sehingga pada bulan Ramadan, sudah terlatih berpuasa. Serta makin banyak sedekah dan baca Alquran.

Ada tiga peristiwa penting pada bulan Syakban.

Pertama, peralihan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram.

Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengalihkan kiblat pada malam Selasa bulan Syakban, bertepatan malam nisfu Syakban.

Baca Juga: Binrohtal, Pentingnya Zikir Kalimat Tauhid

Peralihan kiblat ini sangat ditunggu-tunggu oleh Nabi Muhammad SAW.

Nabi berdiri menghadap langit setiap hari menunggu wahyu turun perihal peralihan kiblat.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 144.

Kedua, penyerahan laporan amal tahunan kepada Allah SAW.

’’Laporan amal ada harian yakni setiap Subuh dan Magrib,’’ terangnya.

Juga ada laporan amal mingguan tiap Kamis, makanya Rasulullah senang puasa Kamis.

Karena ingin amalnya dilaporkan dalam kondisi puasa. Serta ada laporan amal tahunan, setiap malam nisfu Syakban.

Kita dianjurkan puasa saat nisfu Syakban agar saat amal dilaporkan kita dalam kondisi puasa.

Pada malam nisfu Syakban, Allah SWT juga menyerahkan catatan takdir manusia selama setahun ke depan kepada malaikat.

Makanya kita dianjurkan berdoa agar takdir kita dalam setahun ditulis penuh kebaikan.

Di antaranya dengan baca Yasin tiga kali. Pertama, memohon dipanjangkan umur.

Kedua, memohon diluaskan rezeki. Ketiga, memohon dikuatkan iman dan Islam.

Baca Juga: Binrohtal, Suami Lebih Utama dari Istri Karena Dua Hal

Peristiwa ketiga di bulan Syakban yakni turunnya ayat perintah baca salawat, QS Al Ahzab 56.

Makanya Syakban disebut bulannya Nabi. Yakni bulan untuk memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #keutamaan #Jogoroto #syakban #mwcnu #Binrohtal #Jombang #ramadan #rajab #keistimewaan #bulan