JombangBanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, KH Cholil Dahlan, menjelaskan lima hal yang sunah dipercepat.
’’Hatim Al-Asham radiyallahu anhu berkata: Tergesa-gesa itu dari setan, selain dalam lima hal. Tergesa-gesa dalam lima hal itu termasuk sunah Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ tuturnya.
Pertama, memberi makan kepada tamu. Kedua, bertobat.
Ketiga, mengurusi mayat orang yang mati. Mulai dimandikan, dikafani, disalati kemudian dikubur.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya imbalan orang mukmin yang diberikan pertama kali setelah ia mati, ialah diampuninya dosa seluruh orang yang mengantarkan jenazahnya.
Nabi juga bersabda: Apabila seorang warga surga meninggal dunia, maka Allah SWT merasa malu menyiksa orang yang memikul jenazahnya, orang yang mengantarkan jenazahnya dan orang yang menyalatinya.
Kita dianjurkan takziah jika ada orang mati karena bisa mengingatkan tentang kematian.
Dengan ingat mati, kita akan lebih semangat ibadah dan menjauhi maksiat.
Orang yang takziah juga mendapatkan pahala besar.
Rasulullah bersabda; Barangsiapa yang mengiring jenazah seorang muslim dengan sebuah keimanan dan mencari rida Allah SWT.
Orang itu mengiringi jenazah sampai salat selesai dan sampai usai menguburkannya, maka ia pulang membawa pahala dua qirath.
Baca Juga: Toriqoh, Cepat-Cepat Menjamu Tamu
Setiap qirath itu sama dengan gunung Uhud.
Dan barangsiapa yang mensalatinya lalu pulang sebelum dimakamkan, dia pulang dengan membawa satu qirath.
Mayit orang mukmin ingin cepat-cepat dikubur karena ingin segera menikmati taman surga di alam kuburnya.
Sedangkan mayit orang kafir enggan cepat-cepat dikubur karena takut merasakan siksa kubur yang menjadi jurang neraka.
’’Setiap mendengar ada orang mati, kita dianjurkan mendoakan. Dan ketika ada orang mati, dianjurkan diumumkan agar banyak yang mendoakan,’’ jelasnya.
Alkisah, ada orang mati.
Lalu ada orang Badui yang mendoakan; Ya Allah SWT, sebagaimana orang ini pernah menjamuku dengan makanan yang enak, maka jamulah dia dengan makanan yang enak-enak.
Sebab dia sekarang adalah tamumu.
Teman si mayit lalu mimpi ketemu dengan si mayit kemudian menanyakan keadaannya.
Si mayit menjawab; Dia mendapatkan jamuan makanan yang enak-enak di kuburan karena doanya orang Badui itu.
Inilah sebabnya, Nabi berpesan; Ingat-ingatlah kebaikan orang yang telah mati.
Sehingga kita semangat mendoakannya agar mendapat kebaikan disisi Allah SWT.
Baca Juga: Toriqoh, Dikabulkan Hajat
’’Setiap lewat kuburan, kita juga dianjurkan mendoakan. Minimal dengan mengucapkan salam,’’ ungkapnya.
Jika kita lewat kuburan dan tidak mengucapkan salam, maka para penghuni kubur berkata;
’’Kelak setelah mati, kamu akan tahu rasa. Betapa butuhnya orang mati terhadap doa orang hidup.’’
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.
Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka setiap lewat kuburan akan mudah mengucapkan salam.
Kiai Cholil bahkan menuturkan; KH Romly ketika melewati kuburan tidak hanya mengucapkan salam, namun selalu kirim Fatihah.
’’Saat naik kendaraan, tiap melewati kuburan Fatihah,’’ kenangnya.
(jif/naz)