Di atas sudah diterangkan, bahwa qabr, qubur itu untuk suasana hening dan tertutup.
Pada waktunya nanti, kuburan ini akan diobrak-abrik, dibongkar dan dikeluarkan semua apa saja yang ada di dalamnya. ’’..Idza bu’tsir ma fi al-qubur.’’ ’’Wa idz al-qubur bu’tsirat.’’(al-infithar:4).
Jadats, ajdats artinya lobang kecil, akses dari ruang dalam menuju luar untuk menyelamatkan diri atau memburu suatu kepentingan.
Kayak laron di awal musim penghujan, brul brul keluar terburu-buru menju cahaya.
Itulah gambaran orang-orang di kuburan nanti bergegas menuju Tuhan, menuju pengadilan akhirat. ’’..Fa idza hum min al-ajdats ila Rabbihin yansilun.’’ (Yasin:51).
Sedangkan marqad dipakai istilah untuk tempat tidur.
Ruqud, artinya tidur. Ini untuk para nabi dan orang saleh.
Kubur bagaikan tempat tidur yang nyaman dan menyenyakkan. Bahkan, ketika nanti dibangunkan saat Hari Kiamat tiba, mereka
mengeluh.
’’Iki sopo sih sing berisik, ganggu wong turu.’’ ’’Ya wailna man
ba’atsana min marqadina..?’’ (Yasin:52).
Padahal, itu atas perintah Tuhan yang Maha Rahman dan sudah pernah
dikabarkan oleh para Rasul.
’’Hadza ma wa’ad al-Rahman wa shadaq al-mursalun.’’ (Yasin:52).
Baca Juga: The Horse (30)
Ya, saking enaknya tidur hingga tidak peduli siapa saja yang membangunkan, dianggap mengganggu.
Mudah-mudahan kuburan menjadi tempat tidur kita yang super nikmat. amin.
Pada ayat penutup surah ini dituturkan perihal Tuhan yang maha mengerti terhadap apa saja yang pernah kita perbuat, semuanya dan detail sekali.
’’Inn Rabbahum bihim yawmaidz lakhabir.’’
Hal itu menyelaraskan dengan isi kandungan pada ayat-ayat sebelumnya.
Diawali sumpah Tuhan pakai kuda perang yang super patuh, lalu watak dasar dan perbuatan manusia dan berujung masuk liang kubur.
Bahwa semua itu tidak mungkin ada yang kelewatan sedikitpun, sekecil apapun.
Semuanya pasti diketahui, ada dokumennya dan sangat valid.
Lalu diberi balasan secara adil. Pesan global surah ini adalah: ’’Teruslah beramal kebajikan secara optimal.’’ Allah a’lam. Sampai di sini, ngaji surah al-‘adiyat selesai dan bersambung, in sya’ Allah.
Editor : Ainul Hafidz