Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Imbas Afvour Watudakon dan Kedungbajul di Jombang Meluap, Rendam 180 Hektare Lahan Pertanian di Kesamben dan Peterongan

Ainul Hafidz • Selasa, 23 Januari 2024 | 14:15 WIB
MASIH TERENDAM: Lahan pertanian di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, yang baru saja ditanami padi terendam air hampir seminggu ini.
MASIH TERENDAM: Lahan pertanian di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, yang baru saja ditanami padi terendam air hampir seminggu ini.

JombangBanget.id – Sedikitnya lahan pertanian seluas 180 hektare di Kecamatan Kesamben dan Peterongan terendam banjir.

Ini setelah meluapnya saluran buang Afvour Watudakon dan Afvour Kedungbajul.

Rata-rata, tanaman padi itu berusia antara 10-20 hari.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony, ketika dikonfirmasi mengaku sudah melakukan survei ke lokasi banjir.

Terutama di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben.

Untuk sementara, luas lahan terdampak banjir seluas 180 hektare itu terdeteksi berada di dua kecamatan.

”Yakni 130 hektare di Kecamatan Kesamben dan 50 hektare di Kecamatan Peterongan,” imbuhnya.

Untuk Kecamatan Kesamben, lanjut dia, banjir masih melanda di Desa Kedungbetik.

Terutama di Dusun Sidowengku seluas 3 hektare, Dusun Kalanganyar seluas 25 hektare, Dusun Kedungmacan 13 hektare.

Dusun Kandangsapi seluas 33 hektare dan Dusun Kedungbetik 23 hektare.

”Sedangkan di Kecamatan Peterongan berada di Desa Tengaran 25 hektare, dan Desa Ngrandulor 25 hektare,” ujar Rony.

Baca Juga: Afvour Kedungbajul Meluap, Sawah di Kedungbetik Jombang Empat Hari Terendam, Bikin Petani Waswas Tanaman Padi Mati

Ia menyebut, rata-rata usia tanaman padi yang terdampak banjir antara 10-20 hari.

Salah satu penyebabnya lantaran saluran buang kawasan afvour yang meluber.

”Hari ini (kemarin) mulai surut,” tutur dia.

Meski demikian, sebagian tanaman menurut Rony, masih bisa diselamatkan.

”Kalau kelihatan ujung tanamannya tidak akan sampai mati, dalam waktu satu sampai dua hari ke depan Insya Allah aman, jadi tetap dipantau,” pungkasnya. (fid/bin)

Editor : Ainul Hafidz
#Pertanian #tanaman padi #lahan #dampak #banjir #Kesamben #disperta jombang #Peterongan #hektare