JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin.
Terutama tentang pentingnya sabar menunggu pertolongan Tuhan.
’’Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan,’’ tuturnya mengutip Ratapan 3:26.
Bagi kebanyakan orang, ketika membutuhkan pertolongan atau bantuan, maunya langsung mendapatkannya.
Hal ini mungkin sangat wajar. Tapi ayat diatas berkata, adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan.
Tentu bukan hal yang mudah.
Karena yang sering terjadi dalam kenyataannya, kita tidak sabar menanti apalagi harus diam.
Padahal dengan jelas dikatakan itu baik, bila menanti pertolongan dengan diam.
Sebaliknya, dalam pikiran kita, saat kita punya masalah dan berharap pertolongan Tuhan, maunya langsung ditolong.
Ternyata yang terjadi tidak seperti yang kita pikirkan. Ada banyak perkara yang Tuhan izinkan kita alami.
Bukan karena Tuhan tidak sayang atau tidak memperhatikan kita.
Baca Juga: Renungan Minggu: Tetap Tenang itu Keputusan
Tetapi Tuhan ingin supaya setiap kita belajar untuk percaya dan mengandalkan Tuhan.
Memang pertolongan dari Tuhan tidaklah seperti yang ada dalam benak pikiran kita.
Karena ’’Tuhan tahu bagaimana cara menolong kita dan kapan waktu yang tepat bagi kita.’’
Salah satu pemuda di gereja kami satu tahun yang lalu menikah.
Suami istri ini bekerja di instansi pemerintah yang berbeda kantor dan kota. Sebelum masuk pernikahan, minta didoakan.
Pemuda ini mau mengajukan permohonan bisa pindah tugas di Jakarta supaya bisa tinggal dengan istrinya.
Tiga bulan setelah menikah, dia terima SK pindah tempat baru tapi di Sidoarjo.
Puji Tuhan, dia tidak kecewa, tetap sabar menanti dan tetap setia melayani.
Tepat di saat istrinya sudah mengandung masuk usia kandungan enam bulan, di akhir tahun, Tuhan memberi kejutan doanya dijawab.
Dia terima SK pindah tugas di Jakarta mulai Minggu pertama di tahun 2024.
Tuhan punya cara dan waktu yang tepat, tidak pernah terlambat.
Mungkin timbul pertanyaan saat menanti jawaban doa: ’’Tuhan, aku sudah taat, aku sudah melayani Engkau, tapi mengapa dipindah tapi harus di Sidoarjo bukan Jakarta?’’ Sementara istriku sedang mengandung perlu didampingi.
Baca Juga: Renungan Minggu: Takut yang Tuhan Kehendaki
Segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, adalah bagian dari proses pendewasaan iman kita.
Tuhan ingin tahu hati kita apakah tetap percaya dan setia pada Tuhan dalam menanti pertolonganNya.
Tuhan sedang mengajar kita untuk tetap percaya, tetap berseru kepada-Nya dan berharap hanya kepada-Nya saja, bukan kepada yang lain.
Mazmur 34:18 ’’Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.’’
Itu sebabnya, berharaplah hanya kepada Tuhan, karena pertolongan-Nya itu cukup bagi kita.
’’Pastikan setiap kita hanya menantikan pertolongan dari Tuhan.
Karena pertolongan dari Tuhan tepat pada waktunya dan tidak akan pernah mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz