Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Musibah Terbesar Tinggalkan Salat

Rojiful Mamduh • Sabtu, 20 Januari 2024 | 13:55 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, Jombang, KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan pentingnya salat.

’’Bisa menjalankan salat adalah nikmat terbesar. Dan musibah terbesar adalah meninggalkan salat,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (18/1).

Mbah Bolong mengibaratkan salat seperti kepala.

’’Manusia masih bisa hidup meski tanpa tangan dan kaki. Tapi manusia takkan bisa hidup tanpa kepala,’’ terangnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Amal pertama yang kelak dihisab di akhirat yakni salat.

Jika salatnya baik, maka seluruh amal akan bernilai baik.

Sebaliknya, jika salatnya buruk, maka semua amal akan bernilai buruk.

’’Malaikat Jibril berkata kepada Nabi Muhammad SAW; Amal tidak diterima jika tidak salat,’’ jelasnya.

Haji, umrah, zakat, sedekah, puasa dan semua amal tidak akan diterima jika orangnya tidak salat.

’’Meski haji dan umrah tiap tahun, tidak akan diterima jika tidak salat,’’ tegasnya.

Mbah Bolong menjelaskan, belakangan banyak masalah sosial yang muncul di Jombang. Seperti tingginya angka perceraian.

Baca Juga: Binrohtal, Selalu Lebih Baik

Tingginya pernikahan usia dini akibat hamil duluan. Juga maraknya pelajar kena razia karena sewa kamar berduan lawan jenis.

’’Agar selamat dari itu semua, solusinya adalah memperbaiki salat. Mari kita perbaiki salat keluarga kita masing-masing,’’ ajaknya.

Yang belum lengkap salat lima waktu sehari, dilengkapi menjadi lima waktu.

Yang belum berjamaah, disempurnakan dengan jamaah.

Yang belum disertai qabliyah bakdiyah, dilengkapi qabliyah bakdiyah.

’’Orang yang salatnya diterima Allah SWT, akan terhindar dari perbuatan maksiat dan dosa,’’ tegasnya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Al Ankabut 45. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar.

Keji itu tidak disukai manusia. Munkar itu tidak disukai Allah SWT.

’’Orang yang salatnya diterima Allah SWT, pasti disukai manusia dan dicintai Allah SWT,’’ tandasnya.

Orang yang istiqamah salat akan diberi lima hal. Bebas dari kesempitan rezeki.

Bebas dari siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan.

Melewati jembatan akhirat secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab.

Baca Juga: Binrohtal, 3 Wasiat Penting Nabi Muhammad

’’Orang yang salatnya diterima itu seperti Gus Dur,’’ ungkapnya.

Selama hidupnya, Gus Dur tidak pernah susah.

’’Dimusuhi siapapun tidak membalas. Dihina sekalipun tidak risau. Dipuji pun tidak sombong. Masalah apapun dianggap ringan. Semboyannya; Gitu aja kok repot,’’ bebernya.

Saat menjadi ketua PBNU bahkan presiden, Gus Dur tidak pernah mengutamakan keluarganya.

’’Saat jadi ketua PBNU bahkan presiden, Gus Dur tidak pernah membantu Pesantren Tebuireng. Tapi begitu wafat dan dimakamkan di Tebuireng, banyak bantuan mengalir ke Tebuireng,’’ jelasnya.

Sampai wujud museum, rumah sakit, kawasan perdagangan, jalan yang mulus hingga tempat parkir yang luas.

’’Pengemis di kawasan makam Gus Dur saja sebulan bisa dapat Rp 1 juta,’’ ucapnya. Kotak amal makam Gus Dur sebulan bisa sampai Rp 50 juta.

’’Orang yang setelah wafat masih memberikan manfaat bagi yang hidup seperti itu, termasuk tanda salatnya diterima Allah subhanahu wa ta’ala,’’ ulasnya. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#musibah #KH Nurhadi #Mbah Bolong #Terbesar #tinggalkan #Jombang #salat #Pentingnya salat