Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Empat Cara Mengingatkan

Rojiful Mamduh • Kamis, 18 Januari 2024 | 13:50 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan cara mengingatkan.

’’Ada empat cara mengingatkan,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (8/1).

Pertama dengan disindir. ’’Orang yang hatinya sangat halus, disindir saja sudah ingat dan kembali ke jalan yang benar,’’ terangnya.

Suatu ketika, ada orang berjalan, lalu melihat daun jatuh. Ada daun tua.

Juga ada daun muda. Orang ini langsung menangis takut kepada Allah SWT.

Dia menganggap daun yang jatuh dihadapannya adalah peringatan dari Allah SWT bahwa semua orang pasti akan mati. Seperti halnya dan yang jatuh.

Dan mati itu bisa terjadi kapan saja. Bisa kala muda maupun waktu tua. Seperti daun yang jatuh itu.

Kedua dengan nasihat. ’’Ada orang yang baru bisa diingatkan dengan nasihat,’’ terangnya.

Seperti saat kita mendengar azan. Itu pengingat agar kita salat.

Orang yang sadar, akan langsung berangkat salat tatkala mendengar azan.

Juga seperti anak yang baru mau belajar setelah dinasihati orang tuanya.
Ketiga dengan ancaman.

Baca Juga: Binrohtal, Mengaca dengan Ngaji

Seperti anak yang baru mau belajar setelah diberi ancaman hukuman.

’’Ada orang yang baru bisa kembali ke jalan yang benar setelah diberi ancaman,’’ ucapnya.

Seperti orang yang meninggalkan mencuri karena diancam akan dipenjara dan dipotong tangannya.

Baru meninggalkan zina setelah diancam dihukum rajam sampai mati. Baru meninggalkan khomer atau narkoba setelah diancam bui.

Baru meninggalkan korupsi setelah diancam ditangkap KPK.

Baru meninggalkan dosa dan maksiat setelah diancam siksa kubur dan siksa neraka.

Contohnya seperti mantan petinju Muhammad Ali. Kemana pun dia selalu membawa korek meski tidak merokok.

Saat ingin melakukan maksiat, dia nyalakan korek itu dan diarahkan ke tangannya.

Ketika tangannya terasa panas, maka keinginan maksiat menjadi hilang.

Panasnya korek saja dia tidak bisa menahan. Apalagi dengan panasnya api neraka yang berjuta kali lipat.

Gambaran api neraka yang paling dingin, ketika mengenai telapak kaki, maka otak di kepala langsung mendidih.

Karena saking panasnya.

Baca Juga: Binrohtal, Dahsatynya Sedekah

Keempat, kelompok yang tidak bisa diingatkan dengan cara apapun.

’’Ini golongannya setan,’’ tandasnya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Almujadilah 19. Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah SWT.

Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.

’’Diri kita, keluarga kita dan anak-anak kita harus terus diingatkan kepada Allah SWT,’’ sarannya.

Baik dengan zikir, baca Alquran, salawat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam maupun mengikuti majelis taklim.

Agar mereka ingat, sejak di dalam kandungan sudah mengakui Allah SWT. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al A’raf 172.

Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka.

Seraya berfirman: Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul, Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi.

Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap keesaan Tuhan. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#al #habib #muhammad #Mengingatkan #salim #muhsinin #Jombang #kepatihan