JombangBanget.id - Berdasarkan berita di surat kabar yang ditemukan, ada sebuah acara perlombaan ketangkasan menembak pistol di lapangan tembak belakang markas VP Jombang.
Koresponden koran De Indische Courant edisi Sabtu, 6 Oktober 1934 melaporkan lomba menembak diikuti dengan antusiasme besar terhadap kompetisi yang dibagi menjadi tiga grup ini.
Yang diundang menjadi peserta dari kelompok Binnenlandsche Bestuur (BB) terdiri dari AR Jombang, Bupati Jombang, para kontroler BB, patih, wedono beserta pembantu wedono dan mantrinya.
Untuk rombongan veldpolitie dari VP Sidoarjo, VP Lamongan, VP Mojokerto, VP Mojoagung, dan VP Jombang masing-masing tim berjumlah tiga orang penembak.
Sekitar pukul 8 pagi, tamu yang banyak itu diterima tuan rumah, komandan veldpolitie Jombang, N. Bakker.
Selanjutnya mereka berangkat menuju lapangan tembak yang sudah dihias rapi di belakang markas.
Lomba dimulai dengan grup pertama dari BB, dengan asisten residen sebagai penembak pertama yang memulai pertandingan.
Empat hadiah ditawarkan kepada kelompok ini dan mereka berjuang keras untuk mendapatkan benda-benda indah tersebut.
Ternyata ada penembak jitu yang sangat baik di kalangan pejabat administrasi BB.
Selanjutnya penembak dari grup kedua VP Sidoarjo, VP Lamongan, VP Mojokerto, VP Mojoagung, dan VP Jombang saling berhadapan.
Ketua tim teknis bernama Kandou, juga menembak ke arah Jombang, sedangkan masing-masing detasemen VP keluar dengan 2 tim di menit-menit terakhir.
Awalnya kontingen VP Jombang meraih poin tertinggi dengan tim utama dibandingkan tim lainnya.
Baca Juga: Awal Dibangun Ada 6 Gardu, Kini Sisa 3, Sejarah Transformatorhuis ANIEM di Jombang
Namun kedua tim ternyata memiliki penembak yang lebih baik sehingga kemenangan diraih oleh tim VP Mojokerto.
Grup ketiga atau terakhir adalah partisipasi individu. Ini diikuti oleh mereka yang telah meraih 4 poin atau lebih pada dua kompetisi sebelumnya.
Persaingan berlangsung sengit dan banyak yang harus menyelesaikan dengan jumlah poin yang sama sebelum pemenang hadiah dapat ditentukan.
Ada suasana yang menyenangkan di lapangan tembak, panasnya cuaca dilawan dengan minuman bir dingin dan limun hasil partisipasi warga secara sukarela.
Sementara hidangan sate kambing yang lezat disajikan berlimpah. Hari sudah cukup sore sebelum tembakan terakhir dalam pertandingan ini dilepaskan.
Setelah itu, asisten residen turun tangan. Ia berharap agar perlombaan seperti ini bisa diadakan secara rutin.
AR menunjukkan kegunaannya bagi setiap pejabat administrasi, jika diperlukan untuk dapat menggunakan pistol dengan baik.
Kemudian AR memberikan hadiah fantastis. Pemenang untuk grup BB diraih juara 1 kontroler BB (44 poin), juara 2 AR Jombang (43 poin), juara 3 asisten wedono Mojowarno (42 poin) dan juara 4 asisten kontroler (35 poin).
Untuk grup veldpolitie juara 1, 2 dan 3 dimenangkan masing-masing penembak perwakilan VP peraih poin tertinggi mendapat piala tantangan.
Partisipasi grup penembak perorangan, juara 1 diraih Soeroprawiro, juara 2 komandan teknis VP, juara 3 komandan VP Sidoarjo, juara 4 Soekijo dan juara 5 AR Jombang.
“Saya juga menemukan foto milik salah satu juara 1 saat itu atas nama Mbah Soeroprawiro. Foto ini disimpan oleh cucunya, warga jalan Pahlawan Jombang bernama Mat Besari,” kata Moch. Faisol, penelusur sejarah di Jombang.
Foto bersama para juara dan pejabat daerah serta anggota VP Jombang itu tersimpan baik di rumah cucunya.
Sejak tahun 2005 lalu, fotonya sudah terpublikasi, namun berita di koran terbitan Belanda baru menyusul tahun lalu ditemukan. (riz/ang/fid)
Editor : Ainul Hafidz