Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Toriqoh, Pentingnya Siap-Siap Mati

Rojiful Mamduh • Selasa, 2 Januari 2024 | 16:33 WIB
Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Cholil Dahlan.
Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Cholil Dahlan.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, Jombang sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya siap-siap mati.

’’Kirim doa seperti ini merupakan pengingat bahwa kita juga akan mati. Maka kita harus siap-siap mati,’’ pesannya saat ngaji dalam peringatan tujuh hari wafatnya DR KH Isrofil Amar, Sabtu (30/12).

Kematian bisa datang kapan saja. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al A’raf 34.

Tiap-tiap umat mempunyai ajal; maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya.

Perkara yang akan kita hadapi setelah mati jauh lebih berat. Makanya harus siap menyambut kematian dengan memperbanyak amal saleh.

Kiai Cholil cerita, suatu ketika Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menangis.

Melihat itu, Abu Bakar lantas mendekat dan bertanya; Kenapa Rasulullah menangis? Nabi lalu bersabda; Semua orang pasti akan merasakan siksa neraka.

Apakah termasuk engkau ya Nabi? ’’Iya, termasuk aku,’’ jawab Nabi.

’’Kalau engkau saja disiksa, lalu bagaimana denganku,’’ ucap Abu Bakar.

Abu Bakar lantas ikut menangi. Nabi kemudian memeluk Abu Bakar sambil bersabda; Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah SWT.

Mereka tidak akan disiksa. Di antara tanda diberi rahmat Allah SWT yakni selama hidup di dunia senang mengasihi dan menyayangi sesama manusia.

Baca Juga: Toriqoh, Tafakkur Adalah Cahaya Hati

Makanya Nabi sangat sayang kepada siapapun. Bahkan terhadap orang-orang yang memusuhinya.

Pengemis buta yang tiap hari memaki pun tetap disuapi. Tetangga yang tiap hari meludahi ketika sakit malah disambangi.

Setiap punya uang, Nabi cepat-cepat mensedakahkan. Abu Bakar juga demikian.

Ketika Nabi minta para sahabat mengumpulkan donasi untuk perjuangan Islam, Abu Bakar langsung memberikan semua hartanya.

Nabi justru melarang, minta agar Abu Bakar menyerahkan separo saja.

Almarhum Kiai Isrofil, selama hidupnya juga kasih sayang dan peduli sesama. Ini terlihat dalam keaktifannya sebagai pengurus NU hingga menjadi ketua PCNU Jombang 2007-2017.

Pramuka hingga menjadi kwartir cabang. Ketua takmir Masjid Agung Baitul Mukminin. Hingga ketua forum kerukunan umat beragama dua periode.

’’Jangan menyangka orang mati itu mati. Mereka hidup disisi Allah SWT dan menerima rezeki,’’ terang Kiai Cholil. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imron 169.

Rasulullah bersabda; Ada tiga amal yang tidak putus pasca seserong wafat. Pertama, sedekahnya. Makanya harus sering sedekah.

Kedua, ilmu yang manfaat. Makanya murid-muridnya harus mengamalkan ilmunya. Ketiga, anak saleh yang mendoakan. Maka anak-anaknya harus sering mendoakan.

’’Kematian adalah zikir yang agung,’’ tegas Kiai Cholil. Rasulullah bersabda; Setiap dosa membuat hati berkarat.

Hati yang berkarat akan sulit menerima nasihat. Serta sulit diajak kebaikan. Nah, pembersih karat hati ada dua. Baca Alquran dan banyak ingat mati.

Baca Juga: Binrohtal, Pentingnya Melanggengkan Wudu

’’Saat melewati kuburan ucapkan salam,’’ sarannya. Penghuni kubur marah kepada orang yang lewat tanpa mengucap salam.

Para ahli kubur berkata; Setelah di kuburan, kamu akan merasakan betapa butuhnya terhadap doa dan salam dari orang hidup.

’’Jika kita mau mendoakan, pasti nanti ada yang mendoakan kita,’’ tandasnya. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#KH Cholil Dahlan #PPDU Rejoso #Ketua MUI Jombang #mati