Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Hakikat Utama Hidup di Dunia

Rojiful Mamduh • Rabu, 20 Desember 2023 | 14:15 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Mudir Ma’had Aly Tebuireng, KH Achmad Roziqi, menjelaskan hakikat hidup di dunia.

Hakikat Hidup di dunia itu, diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (14/12),

’’Dunia itu sementara yang bermakna. Istilahnya; Mung mampir ngombe,’’ tuturnya.

Ini menggambarkan hidup kita di dunia hanya sementara. Sekuat apapun kita, sehabat apapun kita, mati adalah pasti.

Demikianlah Allah SWT menetapkan keberadaan kita di dunia ini. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Arahman 26-27.

Segala sesuatu di atas bumi ini akan binasa. Hanya Allah lah yang kekal. Dialah Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Lalu kemana kita setelah mati? Apakah selesai semua urusan? Tidak.

Setelah kita tiada di dunia ini, kita akan kembali kepada Allah Sang Pencipta untuk menerima balasan atas perilaku kita selama di dunia ini.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alqasas 88. Segala sesuatu pastilah akan tiada, kecuali Dzat Allah. Dia lah penentu segalanya dan KepadaNya lah kalian semua dikembalikan.

Mengingat hal tersebut, maka dunia yang sementara ini sudah semestinya kita manfaatkan untuk beramal sebanyak-sebanyaknya.

Tidak ada amal baik sekecil apapun yang boleh kita remehkan. Sebaliknya, hal yang tidak baik sekecil apapun mari kita berlatih untuk menjauhinya. Semua akan ada balasannya.

Baca Juga: Binrohtal: Waktu Allah Turunkan Rahmat

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alzalzalah 7-8. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.

Imam Ahmad bin Ka'b, seorang tabi'in, menjelaskan tafsir ayat tersebut. Siapapun yang beramal baik, sekecil apapun bahkan sekecil seekor semut, maka ia akan menuai balasannya.

Imam Ahmad bin Ka'ab al Qurdhi dawuh: Seorang kafir yang beramal baik akan menuai balasannya di dunia, di akhirat ia tidak mendapatkan kebaikannya lagi.

Seorang mukmin yang beramal buruk akan menuai balasannya di dunia.

Allah SWT akan mengingatkannya dengan musibah yang ditimpakan kepada dirinya, hartanya, keluarganya dan anaknya. Sehingga nantinya di akhirat ia sudah bersih, tiada keburukan baginya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Setiap sakit yang dialami seorang mukmin menjadi penghapus dosa.

Bahkan sakit perut sekalipun bisa menghapus dosa. Setiap tetes darah mukmin juga menjadi penghapus dosa baginya.

Alkisah, ada orang kafir pernah berbuat kebaikan. Sebelum mati, dia menginginkan ikan yang ada di belahan bumi paling barat.

Demi menuntaskan balasan kebaikan orang kafir itu, Allah SWT menyuruh malaikat menggiring ikan itu sehingga orang kafir tadi bisa memenuhi keinginannya.

Sebaliknya, ada orang mukmin yang sangat kehausan sebelum mati. Dia minta diambilkan minuman.

Ketika minuman datang, justru dijatuhkan oleh malaikat. Ini karena Allah SWT ingin menghapus dosanya dengan rasa haus tadi. Sehingga di akhirat mendapatkan kenikmatan.

Baca Juga: Binrohtal, Pentingnya Tawakkal Karena Kehidupan di Luar Kendali Manusia

’’Marilah kita terus dan terus beramal baik hingga Allah SWT memanggil kita,’’ ajaknya.

Husnul khotimah yakni pertolongan Allah SWT yang diberikan kepada hambaNya sebelum kematiannya. Sehingga ia mampu menjauhi segala hal yang menjadikan Allah SWT murka.

Melakukan hal-hal yang menjadikan Allah SWT rida. Mampu bertobat atas segala dosa dan pelanggaran.Serta melakukan kebaikan dan ketaatan lalu ia wafat dalam keadaan yang mulia.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Jika Allah SWT menghendaki kebaikan kepada hambaNya, maka Allah SWT akan memperkerjakannya.

Nabi lalu ditanya, bagaimana hal tersebut ya Rasulallah? Nabi menjawab; Allah SWT memberinya pertolongan hingga ia beramal baik sebelum kematiannya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Hakikat #hidup #ibadah #dunia