JombangBanget.id - Manfaat tafakkur atau berpikir sangat banyak.
’’Berpikir tentang kurangnya ibadah kita. Serta berpikir bahwa ilmu dan pandangan Allah SWT selalu meliputi kita, akan membuahkan rasa malu dan takut kepada Allah SWT,’’ kata Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan.
Tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT yakni untuk ibadah. Sebagaimana disebutkan dalam QS Addzariyat 56.
Juga ditegaskan dalam QS Al Mukminun 115.
Maka, apakah kamu mengira, sesungguhnya Kami, menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? Tentu saja tidak.
Sebenarnya kalian diciptakan supaya kalian menjadi hamba-hamba-Ku untuk Kami perintah dan Kami larang.
Kemudian kalian kembali kepada Kami untuk menerima pembalasan amal perbuatan kalian.
Betapa banyak kekurangan ibadah kita. Salat lima waktu misalnya.
Kita belum bisa terus ingat Allah SWT selama salat. Pikiran masih sering kemana-mana saat salat.
Kadang masih salat sendirian, tidak berjamaah di masjid.
Salat sunah qabliyah dan bakdiyah sebagai penyempurna salat lima waktu masih belum semua dikerjakan.
Baca Juga: Toriqoh, Usir Sifat Sombong dengan Tawaduk
Zikir usai salat juga masih terburu-buru.
’’Kalau ingin salat tenang, sejak sebelum azan sudah harus siap-siap,’’ sarannya.
Sebelum azan sudah di masjid, pasti salatnya tenang.
’’Kalau sudah iqamah baru wudu, pasti salatnya tergesa-gesa,’’ bebernya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Penghuni surga nanti wajahnya ada yang bercahaya yang seperti bintang, bulan dan matahari.
Yang seperti bintang, begitu mendengar azan segera berwudu lalu salat berjamaah di masjid.
Yang seperti bulan, saat azan ia sudah berwudu, lalu berjamaah di masjid.
Yang wajahnya seperti mahatahari, saat azan sudah berada di masjid menanti datangnya waktu salat.
’’Kita harus malu karena ibadah masih kurang, sedangkan nikmat Allah SWT sangat banyak,’’ terangnya.
Rasulullah bersabda; Ada dua nikmat yang sering kita lupakan, kesehatan dan kesempatan.
Begitu sakit, baru terasa nikmatnya sehat. Begitu hilang kesempatan, baru terasa nikmatnya punya kesempatan.
Kita juga harus sering berpikir, ilmu Allah SWT dan pandangan Allah SWT selalu meliputi kita. Sehingga takut berbuat maksiat.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Qaf 16.
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
Juga pada QS Alhadid 4. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.
Dan Allah Melihat apa yang kamu kerjakan.
Dalam QS Almujadalah 7 ditegaskan; Tidakkah kamu perhatikan, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya.
Dan tiada pembicaraan antara lima orang, melainkan Dialah keenamnya.
Dan tiada pula pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun berada.
Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
Buah dari berpikir ini, malu dilihat oleh Allah SWT jika melakukan perkara yang dilarang-Nya.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.
Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan bisa menangkap tanda-tanda kekuasaan Allah SWT melalui asma dan sifat-sifatNya maupun ciptaanNya. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz