JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin.
Terutama tentang pentingnya takut kepada Tuhan.
"Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!" tuturnya mengutip Mazmur 128:1.
Di tengah keadaan yang tidak menentu atau di saat situasi yang tampak sedang tidak baik-baik saja.
Di mana ada banyak sekali peristiwa tak terduga terjadi, maka rasa takut itu bisa dialami oleh siapapun.
Ada banyak penyebab munculnya rasa takut. Seperti krisis, sakit, iklim yang ekstrim, bahaya bencana alam, bahkan tingkat kejahatan manusia yang semakin merajalela.
Ada juga mereka yang dihantui oleh rasa takut dalam hal memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga.
Takut dengan biaya sekolah anak-anak, dan sebagainya. Rasa takut seperti hal-hal di atas bisa dialami semua orang dan itu adalah hal yang biasa dirasakan.
Namun dari ayat di atas, sesungguhnya yang Tuhan kehendaki adalah agar setiap orang punya rasa takut akan Tuhan.
Bukan takut terhadap perkara-perkara yang ada di dunia ini. Apa yang dimaksud dengan takut akan Tuhan?
Takut akan Tuhan adalah sikap hormat dan kagum kepada Tuhan sebagai satu-satunya Pribadi yang patut dan layak untuk menerima segala pujian, penghormatan, dan junjungan tertinggi.
Rasa takut akan Tuhan inilah yang mendorong kita untuk taat melakukan kehendak-Nya.
Suatu hal yang kurang tepat bila ada orang yang berkata bahwa ia takut akan Tuhan tapi ia tidak taat melakukan kehendak Tuhan.
Firman Allah menyatakan, orang yang takut akan Tuhan yang melakukan kehendak-Nya adalah orang yang berbahagia.
Mengapa? Karena takut akan Tuhan adalah kunci untuk mengalami berkat Tuhan.
"Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!" (Mazmur 128:2).
Orang yang takut akan Tuhan hidupnya pasti disertai Tuhan. Sehingga apa saja yang dikerjakannya selalu mendatangkan hasil.
Jika ia adalah seorang petani, benih yang ditaburnya di ladang pasti akan bertumbuh dan menghasilkan tuaian.
Sebab Tuhan "...akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu," (Maleakhi 3:11).
Berkat dari hasil atas jerih payah berlaku bagi setiap orang yang takut akan Tuhan.
Pemazmur menambahkan bahwa Tuhan memberkati keluarga-keluarga yang takut akan Tuhan: Istri akan menjadi seperti pohon anggur yang subur dan anak-anak seperti tunas pohon zaitun di sekeliling meja, yang adalah lambang kelimpahan berkat.
''Jadi, bila ingin mengalami kelimpahan, berkat kuncinya adalah hidup takut akan Tuhan !
Tuhan Yesus memberkati,'' tegasnya. (jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz