JombangBanget.id – Masyarakat Jombang mengenal bangunan kuno ini sebagai gardu suling atau gerdu anim.
Begitu juga tiang pipa besi listrik dengan sebutan cagak anim.
Lantas, apakah sebenarnya gerdu anim dan cagak anim itu?
Bangunan dari beton berbentuk kubus berukuran panjang sekitar 3 meter dan lebar 3 meter dengan tinggi 7 meter itu merupakan gardu trafo listrik atau transformatorhuis.
Sedangkan tiang besi (cagak) berfungsi sebagai penopang kabel listrik untuk mengalirkan arus listrik dari gardu trafo ke rumah-rumah pelanggan.
Baik transformatorhuis alias gardu trafo maupun tiang besi penopang kabel, dua-duanya dibangun oleh perusahaan listrik era kolonial.
Nama perusahaan listrik yang beroperasi sejak 1909 ini NV ANIEM (Naamlooze Vennootschap Algemeene Nederlandsch-Indische Electriciteits-Maatschappij).
Baca Juga: Awal Dibangun Ada 6 Gardu, Kini Sisa 3, Sejarah Transformatorhuis ANIEM di Jombang
Dari akronim inilah, masyarakat menyebut kosa kata anim yang berasal dari nama ANIEM.
Perusahaan yang menangani listrik di Batavia bernama NIEM (Nederlandsch-Indische Electriciteits-Maatschappij).
Sementara di Surabaya ditangani ANIEM.
Wilayah Kabupaten Jombang sudah mendapat pasokan aliran listrik sejak tahun 1920-an.
Terlihat dari sebuah foto di Stasiun Kereta Api SS Jombang yang ada di website ninskaphotos.com.
Foto bertahun 1925 itu memperlihatkan suasana di area stasiun bagian timur.
Kemudian di bagian area utara stasiun tampak jelas tiang dan kabel listrik.
Namun, saat itu belum semua masyarakat umum bisa menikmati layanan sebagai pelanggan listrik.
Baca Juga: Perjalanan Logo Pemkab Jombang (2), Sejak Kecil Suka Menggambar, Ini Sosok Penciptanya
ANIEM baru bisa melayani kantor pemerintahan dan perusahaan.
Manager ULP Jombang Baskoro Ocky Widakdo, membenarkan keberadaan gardu anim sebagai aset milik PLN.
”Ya memang itu asek milik kita,’’ ujar dia, Jumat (15/9).
Saat ini gardu tersebut tidak difungsikan lagi seperti dulu. Namun tetap digunakan Pemkab Jombang sebagai menara sirine yang biasa dimanfaatkan ketika Ramadan.
”Sekarang tetap difungsikan sebagai menara sirine oleh Pemkab Jombang,’’ tambahnya.
Ditanya jumlah pasti gardu anim di Jombang, Baskoro menyebut ada tiga yang berada di beberapa titik.
Diantaranya pojok selatan Pendopo Kabupaten, sisi timur perempatan Kebonrojo serta satu di Jl RE Martadinata Jombang.
”Ada tiga titik itu. Kalau sejarahnya saya kurang paham,’’ jelasnya sembari mengatakan baru saja menjabat sebagai Manager ULP Jombang. (ang/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz