JombangBanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan tanda orang makrifat.
Yakni orang yang mengenal Allah SWT melalui nama-nama dan sifatnya.
’’Dzun Nun Al-Mishry berkata: Ciri orang yang bermakrifat kepada Allah taala ada tiga,’’ tuturnya.
Pertama, selalu terhubung dan terikat dengan Allah SWT. ’’Dalam kondisi apapun, dia selalu ingat Allah subhanahu wa ta’ala,’’ terangnya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 191. Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring.
Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ’’Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’’
Kedua, hatinya selalu melihat Allah SWT. Maksudnya, hatinya selalu dihiasi oleh zikir kepada Allah SWT. Seperti hatinya para nabi.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Saat tidur, mata kami para nabi memang terpejam, namun hati kami tetap ingat Allah SWT.
’’Orang yang hatinya selalu ingat Allah SWT, akan selalu bisa melihat Allah SWT melalui ciptaan-ciptaanNya,’’ jelasnya.
Seperti perkataan Sayidia Ali bin Abi Tholib karramallahu wajhah. Aku tidak melihat sesuatu, melainkan aku melihat Allah SWT sebelum melihat sesuatu itu.
Lihat manusia ingat Allah SWT. Lihat binatang ingat Allah SWT. Lihat pohon ingat Allah SWT. Lihat air ingat Allah SWT.
’’Makan minum ingat Allah SWT sehingga selalu diawali bismilah dan diakhir alhamdulillah,’’ ucapnya.
Orang yang hatinya selalu ingat Allah SWT, akan cinta Allah SWT.
’’Orang yang mencintai Allah SWT, juga pasti mencintai makhluk Allah SWT,’’ bebernya.
Orang yang hatinya selalu ingat Allah SWT, akan ketempelan sifat Allah SWT. Di antaranya Rahman Rahim, Pengasih dan Penyayang.
Sehingga dia welas asih kepada semua makhluk Allah SWT.
Ketiga, banyak amal salehnya. Orang yang makrifat atau kenal Allah SWT akan selalu rindu mendekat kepada Allah SWT dengan amal saleh.
Sehingga banyak salatnya. Banyak baca Alqurannya. Banyak zikirnya. Banyak sedekahnya. Banyak puasanya. Seperti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Meskipun sudah tidak punya dosa, tiap malam tetap salat tahajud hingga kakinya bengkak. Suatu ketika, Nabi mendapatkan hadiah uang satu karung.
Semuanya langsung disedekahkan. Sampai-sampai ketika putrinya, Fatimah, datang hendak minta bagian, sudah habis.
Seperti Abu Bakar yang rela memberikan semua hartanya untuk perjuangan Nabi.
Seperti Ustman bin Affan yang tiap malam mengkhatamkan Alquran 30 juz dalam salat witir.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.
Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan bisa memiliki tiga hal diatas. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz