Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Toriqoh, Usir Sifat Sombong dengan Tawaduk

Rojiful Mamduh • Selasa, 28 November 2023 | 13:00 WIB
Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Cholil Dahlan.
Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Cholil Dahlan.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, memberi resep untuk mengusir sifat sombong.

Caranya, dengan bersifat tawaduk atau rendah hati. ’’Malik bin Dinar R.A berkata: Cegahlah tiga perkara dengan tiga perkara yang lain, sehingga engkau benar-benar termasuk orang yang beriman. Pertama, cegahlah sombong dengan dengan tawaduk,’’ tuturnya.

Sifat sombong sangat berbahaya. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sombong bisa menghapuskan pahala ibadah selama 40 tahun,’’ terangnya.

Allah subahanhu wa ta’ala sangat murka dengan orang sombong. ’’Sifat sombong itu selendangnya Allah SWT. Orang yang sombong, berarti mengambil selendangnya Allah SWT,’’ jelasnya. 

Manusia tidak pantas sombong. Karena manusia hanya diciptakan dari air mani. Dan semua yang dimiliki manusia adalah pemberian Allah SWT.

’’Yang pertama kali sombong yakni iblis,’’ ucapnya. Kala iblis menolak perintah Allah SWT untuk sujud kepada Adam alaihissalam. Sebagaimana diabadikan dalam QS Al A’raf 12. Allah SWT berfirman: Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu? Menjawab iblis; Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. 

’’Orang sombong itu karena kedudukannya. Sedangkan orang ujub itu karena kelebihannya,’’ bebernya.

Orang sombong menganggap diri sendiri lebih mulia atau lebih baik dibandingkan orang lain. Serta memandang rendah orang lain. Orang sombong tidak mau menerima nasihat. 

Karena kesombongannya, iblis yang menghuni surga di usir keluar dari surga. ’’Rasulullah bersabda; Orang yang punya kesombongan walaupun sedikit tak akan bisa masuk surga,’’ tegasnya.

Untuk melawan sifat sombong, kita harus tawaduk. ’’Melihat semua orang lebih baik dari diri kita,’’ ucapnya.

Melihat orang lebih muda, merasa mereka lebih baik, karena dosanya lebih sedikit. Melihat orang lebih tua, merasa mereka lebih baik, karena amal baiknya lebih banyak.

’’Bahkan melihat pelaku dosa pun, merasa mereka lebih baik. Karena sewaktu-waktu mereka tobat, dosanya bisa dihapus oleh Allah SWT,’’ tandasnya.

Kedua, melawan sifat rakus dengan qanaah. Orang yang rakus selalu merasa kurang dengan pemberian Allah SWT. Sedangkan orang qanaah, selalu neriman dengan apapun pemberian Allah SWT.

Ketiga, melawan sifat hasud alias dengki dan iri hati dengan sifat mau menerima nasihat. Dengan mau menerima nasihat, seseorang akan bisa terus menjadi semakin baik. 

Orang hasud berkeinginan akan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain. Dan berharap agar nikmat itu pindah kepada dirinya.

Rasulullah bersabda; Tidak dapat terhimpun dalam rongga seorang hamba antara iman dan dengki. Yang dimaksud dengan iman ialah iman kepada takdir.

Rasulullah juga bersabda; Hasud bisa cepat menghapus pahala amal baik seperti cepatnya api menghanguskan kayu bakar.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka mudah menerima nasihat sehingga jauh dari sifat sombong, rakus dan hasud. (jif/naz/fid)

 

Editor : Ainul Hafidz
#MUI Jombang #Jombang #PPDU