JombangBanget.id – Selama ini Pemkab Jombang pernah memiliki empat logo berbeda.
Mulai dari logo kerajaan Belanda hingga yang sekarang dipakai berbentuk perisai.
Logo tertua Pemkab Jombang ditemukan Jawa Pos Radar Jombang pada dokumen peresmian masjid Kedung Macan di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang.
Dalam surat tulisan tangan Bupati R.A.A Soeroadiningrat V, Bupati Pertama Jombang tertanggal 1 Desember 1913 dengan stempel Regent Van Djombang memakai logo Kerajaan Belanda.
Logo itu berbentuk dua singa yang menjaga sebuah tameng bergambar singa lain dengan mahkota di atasnya. Dalam logo itu tertulis Je Mainteindrai.
Merupakan salah satu semboyan kerajaan Belanda. Dokumen ini masih tersimpan rapi di rumah M Ibrahim Ketua Takmir Masjid Kedungmacan, Desa Sambongdukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
”Kemungkinan besar logo ini dipakai sampai kemerdekaan, karena tidak ada sumber pendukung lain yang menyebut ada logo lain setelahnya,” ungkap Moh Faisol penelusur sejarah Jombang.
Logo kedua, didapat dari foto KTP tahun 1964. Atau setelah Kemerdekaan. Di tahun itu, Kabupaten Jombang masih mengadopsi logo provinsi Jawa Timur.
Namun pada bawah logo, tertera “Pemerintah Daerah Kabupaten Djombang”.
”Logo Provinsi Jawa Timur dipakai karena Kabupaten Jombang saat itu belum memiliki logo resmi sendiri,” lanjut Faisol.
Pemkab Jombang tercatat baru memiliki logo sendiri pada 1971.
Baca Juga: Pemkab Jombang Raih Penghargaan Nasional Nirwasita Tantra
Saat itu, Pemkab Jombang yang dipimpin Bupati Ismail mengadakan sayembara pembuatan logo untuk Pemkab Jombang.
Mulyono, seorang ASN Pemkab Jombang berhasil membuat sebuah logo Kabupaten Jombang yang baru.
Berbentuk pendopo dengan dua gerbang, serta masjid dan bintang di bagian atas, logo ini, dilengkapi ornamen padi dan kapas di pinggirnya.
Background warna hijau dan merah sebagai simbol ijo-abang juga muncul dalam logo baru tersebut.
”Tapi dari dokumen yang ada, saat pertama kali digunakan, masih menggunakan ejaan lama, yakni Kabupaten Djombang,” sambung Nasrul Illah, sejarawan Jombang.
Cak Nas, sapaan akrabnya menyebut pemakaian logo ketiga itu berubah beberapa tahun kemudian. Setelah pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan soal Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) 1972.
Penggunaan kata huruf “Dj” digantikan menjadi huruf J. Sehingga ejaan untuk Kabupaten Djombang kembali diubah menjadi Kabupaten Jombang.
”Untuk yang keempat ini tidak berubah gambarnya, cuma penggunaan ejaan saja,” tegas Cak Nas.
Logo Pemkab Jombang yang kini dipakai, berbentuk perisai. Di dalamnya berisi gambar padi dan kapas, gerbang Majapahit dan benteng, pendapa, menara dan bintang sudut lima yang di bagian atas berdiri beton lima tingkat, gunung, dua sungai panjang dan pendek. (riz/fid)
Editor : Ainul Hafidz