JombangBanget.id – Bentrokan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang buntut konvoi pesilat menimbulkan banyak korban. Selain warga Jombang yang menjadi korban penganiayaan, sejumlah pelajar dari luar daerah juga menjadi korban. Bahkan, ada yang mengalami luka tembak senapan angin hingga meninggal dunia.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan, jajaran Polres Jombang bersama polsek telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap sejumlah kejadian tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk mengungkap rangkaian bentrokan sekaligus memberikan keadilan bagi para korban.
Baca Juga: Pawai 1.804 Anak di Ploso Jombang, Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini
”Secara umum, beberapa kejadian yang terjadi di Jombang dalam beberapa hari terakhir ini sudah kita laksanakan penyidikan dan penyelidikan, baik yang menjadi korban warga Jombang ataupun dari luar Kabupaten Jombang,” kata Ardi.
Menurutnya, korban tidak hanya berasal dari Jombang. Sejumlah korban juga merupakan warga Tuban dan Lamongan.
Bahkan, pihaknya telah mendatangi keluarga korban dari luar daerah tersebut untuk menyampaikan belasungkawa.
Ardi menegaskan, pelajar dari Tuban dan Lamongan yang menjadi korban bukan peserta resmi kegiatan ijazah kubro.
Baca Juga: RALB KPRI Sejahtera Jombang Digeser ke September, Berikut Alasannya
Mereka datang ke Jombang tanpa undangan dan tidak mengikuti kegiatan resmi, kemudian melakukan konvoi kendaraan hingga memicu keributan.
”Adik-adik kita yang pelajar SMP, SMA dari Tuban dan Lamongan itu sudah kita takziah kemarin. Itu bukan merupakan peserta Ijazah Kubro dan juga bukan undangan. Namun mereka datang ke Jombang tanpa undangan, tanpa kegiatan resmi, melaksanakan konvoi kendaraan di Jombang sehingga terjadi keributan,” terangnya.
Dia menjelaskan, peserta resmi Ijazah Kubro sebelumnya telah mendapat imbauan dari panitia maupun pengurus perguruan.
Mereka menggunakan kendaraan tertutup, terdata, serta mendapat pengawalan dari ketua perguruan masing-masing.
“Kalau ada yang menggunakan kendaraan, konvoi, datang ke Jombang, itu bukan peserta resmi. Ini yang harus kita pahami bersama dan perlu kita antisipasi ke depannya, jangan sampai ada lagi yang melaksanakan kegiatan konvoi kendaraan karena bisa memancing permasalahan di Kabupaten Jombang,” tegasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan penggunaan senapan angin dalam rangkaian kejadian tersebut.
Baca Juga: Mobil Hias 11 OPD Jadi Juara, Usung Replika Alun-Alun Jombang dan Jembatan Ploso
Salah satu korban dari Kediri juga disebut terkena tembakan senapan angin dan kini kondisinya telah membaik.
”Berdasarkan hasil penyelidikan kita, itu dari senapan angin. Senapan angin burung. Kita juga sudah koordinasi dengan Polres Kediri, adik kita di Kediri itu kena senapan angin dan sudah membaik,” ujarnya.
Sementara di Jombang, warga juga menjadi korban dalam bentrokan yang terjadi di wilayah Plosogeneng, Kecamatan Jombang, dan Kecamatan Gudo.
Polisi memastikan laporan dari warga akan diproses sesuai ketentuan hukum.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran SMPN 2 Megaluh Jombang, Api Muncul dari Atap
”Ada juga warga Jombang yang menjadi korban di Plosogeneng, Kecamatan Jombang, sama di Kecamatan Gudo, ini kita proses juga. Jadi apabila ada warga melapor, kita akan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna memberikan kepastian hukum dan keadilan kepada korban,” jelasnya.
Ardi juga membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam rangkaian kejadian tersebut.
Korban disebut berasal dari Tuban dan Lamongan.
Meski demikian, polisi kembali memastikan korban tersebut bukan peserta resmi kegiatan ijazah kubro.
”Ada yang meninggal dunia, yang adik kita dari Tuban dan Lamongan, tapi kami pastikan mereka bukan peserta resmi kegiatan. Jadi penggembira, mungkin euforia, datang tanpa diundang ke Jombang melaksanakan konvoi,” ungkapnya.
Baca Juga: DPT Muktamar NU di Tambakberas Jombang Capai 556, Verifikasi Papua Belum Rampung
Meski hingga kini belum ada laporan resmi terkait kematian tersebut yang masuk ke Polres Jombang, polisi tetap melakukan penyelidikan secara mandiri.
Langkah itu dilakukan agar perkara dapat segera terungkap dan memberikan kepastian hukum bagi korban maupun keluarganya.
”Walaupun sampai dengan hari ini belum ada laporan resminya di Polres Jombang, Polres Jombang berkomitmen dengan sungguh-sungguh memberikan keadilan kepada korban untuk mengungkap kasus itu,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz