JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Desa Mojotrisno, Mojoagung, Jombang, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan tanda mendapat kebaikan.
’’Ada tiga tanda seseorang mendapatkan kebaikan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (23/4).
Pertama, rida dengan takdir Allah Ta’ala. Sabar dalam musibah, syukur dalam nikmat.
Orang yang rida pada takdir Allah maka akan diridai oleh Allah. Sebagaimana disebutkan di Surah Albayinah 8. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya.
Baca Juga: Dua Inovator Jombang Tembus 50 Besar EJIES 2026, Siap Lolos 25 Terbaik Jatim
Seorang mukmin yang mendapat kebaikan akan mampu menerima ketentuan Allah dengan lapang dada. Ketika ditimpa musibah, ia bersabar. Ketika mendapat nikmat, ia bersyukur.
Allah berfirman di Surat At-Taghabun 11. Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.
Allah berfirman dalam hadis qudsi; Barang siapa tidak rida terhadap takdir-Ku dan tidak sabar atas cobaan-Ku, maka hendaklah ia keluar dari bumiKu dan mencari Tuhan selain Aku.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, seluruh urusannya baik baginya.
Jika mendapat nikmat ia bersyukur, itu baik baginya. Jika tertimpa musibah ia bersabar, itu juga baik baginya.
Sahabat Ali ibn Abi Talib radiyallahu anhu berkata; Rida terhadap takdir adalah pintu ketenangan. Ali juga berkata; Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar.
Dikisahkan seorang ulama kehilangan seluruh hartanya karena kebakaran.
Namun ia berkata, ’’Alhamdulillah, Allah tidak mengambil imanku.’’ Dari sini terlihat bahwa rida membuat hati tetap tenang walau dunia hilang.
Kedua, mendapatkan taufik untuk ibadah.
Allah memberi pertolongan dan kemudahan untuk beribadah. Tidak semua orang diberi kemampuan untuk taat, meskipun banyak yang ingin.
Baca Juga: Akhir April Jadi Penentu! Pengadaan Seragam Gratis di Jombang Masuk Tahap Krusial
Allah berfirman di Surat Hud 88. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah.
Rasulullah bersabda: Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Dia akan memanfaatkannya.
Para sahabat bertanya; Bagaimana Allah memanfaatkannya? Nabi menjawab, Allah memberi taufik kepadanya untuk beramal saleh sebelum wafatnya.
Ada seseorang yang dulunya jauh dari agama, namun tiba-tiba hatinya tergerak untuk rajin salat dan mengaji.
Ia berkata, ’’Saya tidak tahu kenapa, tapi hati ini seperti ditarik untuk taat.’’ Itulah tanda taufik dari Allah.
Ketiga, menikmati ibadah.
Merasakan lezatnya ketaatan. Hatinya tenang saat salat, bahagia saat berzikir.
Rasulullah bersabda: Dijadikan penyejuk mataku dalam salat. Allah berfirman di Surat Ar-Ra’d 28. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
Ibn Ataillah al-Iskandari berkata; Tidaklah ditemukan manisnya ketaatan dalam hati, kecuali pada hati yang memiliki kejujuran (ketulusan dan keikhlasan) dalam menghadap kepada Allah Ta’ala.
Dikisahkan seorang wali menangis ketika malam berlalu tanpa qiyamul lail.
Ia berkata; Bagaimana aku tidak bersedih, sementara kelezatan bermunajat kepada Allah telah hilang dariku malam ini. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz