JombangBanget.id - Pembunuhan keji yang dilakukan Purnomo, 60, kepada istri sirinya Tri Retno Jumilah, 60, di Mancilan Mojoagung membuat keluarga korban geram.
Terlebih, mereka menyebut ibu mereka yang juga istri siri pelaku merupakan orang yang selama ini justru melindungi perbuatannya.
Bahkan, meski disebut sering cekcok, pihak keluarga korban mengaku tak mengetahuinya.
Menantu korban juga menyebut baru mengetahui jika keluarga ibu mertuanya itu setelah kejadian tersebut.
Terlebih, sejak enam tahun menikah dengan pelaku, ibunya itu dinilainya selalu menutupi aibnya.
“Kalaupun ada bertengkar, ibu tidak pernah cerita, paling tahu itu sekali dua bulan lalu, tiba-tiba pak Pur minggat dari rumah. Ibu itu ke sini takut disalahkan anaknya pak Pur, jadi saya waktu itu menelepon anaknya pak Pur juga,” ungkap Sana Nuriasih, menantu korban.
Selama ini, keduanya memang tinggal terpisah. Anak dan menantu Retno, tinggal di Desa Miagan, Mojoagung sementara ibunya itu tinggal bersama Purnomo di Desa Mancilan, Mojoagung.
“Kalau pulang ke sini ya cerita pak Pur orangnya baik, tidak pernah cerita soal pertengkaran,” tambahnya.
Karena itu, insiden tewasnya Retno pun jadi pukulan telak bagi keluarganya.
Sana, juga menyebut keluarganya berharap Purnomo yang kini telah ditangkap polisi bisa diproses dan menjalani hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
“Ya keluarga tentu berharap hukumannya sesuai dengan perbuatan yang dia lakukan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Tri Retno Jumilah, pemilik warung kopi ditemukan membusuk di rumahnya di Dusun/Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kamis (13/11) siang.
Jasadnya ditemukan anak korban yang curiga lantaran selama empat hari ibunya tak berkabar.
Bahkan, kiriman buah yang ia taruh di gagang pintu depan rumahnya juga masih utuh. Saat ditemukan, jasad korban sudah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.
Dari hasil otopsi, kematian Retno dipastikan akibat pembunuhan. Sejumlah luka memar ditemukan pada bagian dada, pipi dan wajahnya akibat benturan benda tumpul.
Beberapa bagian tulangnya juga patah. Bagian kepala korban juga mengalami pendarahan hebat yang jadi penyebab kematiannya.
Polisi, akhirnya membekuk Purnomo di sebuah kamar kos di Desa Rajabasa Baru, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.
Dalam pengakuannya, ia tega membunuh istrinya karena kesal sering diejek hingga diusir dari rumah saat sedang bertengkar. (riz)
Editor : Ainul Hafidz